Peluang PSIM ke 8 Besar Berat, Pelatih Aji Santoso Dituntut Mundur

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelatih Aji Santoso langsung dituntut mundur dari jabatannya di PSIM Yogya, usai pasukannya dikalahkan Bogor FC dengan skor 2-0 dalam lanjutan Liga 2 Grup  Timur di Stadion MandalaKrida Yogya, Jumat (4/10). Kekalahan inimembuat peluang Tim ‘Laskar Mataram’untuk lolos babak delapan besar semakin terseok-seok.

Tuntutan mundur itu datang dari suporter PSIM yang mengepung pintu masuk VVIP Stadion  Mandala Krida begitu laga  usai. Mereka menumpahkan kekesalan dengan teriakan-teriakan bernada kekecewaan kepada pelatih maupun permainan timnya. Para suporter cukup lama bertahan hingga petang, menunggu rombongan PSIM keluar. Bukan hanya kekalahan yang mereka sesali, namun juga menyoroti permainan PSIM yang dinilai buruk.

PSIM sebenarnya tampil menyerang, namun mudah dibaca dan dipatahkan lawan. Sejumlah peluang gagal diselesaikan. Justru Bogor FC yang mampu mencuri dua gol melalui Rudiyana  (menit 58) yang dilepas PSIM seusai putaran pertama dan Mustaqim Ohorella pada pengujung laga.

CEO PSIM Bambang Susanto mengakui,peluang timnya untuk lolos delapan besar se-makin  berat. "Realistis  saja, makin berat," katanya seusai laga.

Pasca kekalahan itu, manajemen PSIM langsung menggelar evaluasi. Bambang mengaku semua ke-mungkinan bisa terjadi, termasuk memberhentikan Aji Santoso dari jabatan pelatih.

PSIM yang mengemas nilai 24, bertengger di peringkat enam klasemen sementara. Pimpinan  klasemen tetap ditempati Persik Kediri, nilai 33, usai mengatasi tamunya, Madura FC 2-0. Mitra Kukar di posisi runnerup (nilai 3), disusul Persewar Waropen (28) diperingkat ketiga.       

BERITA REKOMENDASI