Pemain PSS-PSIM Ikut Ambil Lisensi Pelatih

YOGYA, KRJOGJA.com – Kompetisi lanjutan tahun 2020 belum jelas hingga kini, menanti keputusan kepolisian terkait perijinan. Alhasil, para pemain dan pelaku sepakbola di lapangan harus berpikir sesuatu yang membawa mantaat untuk kelanjutan kehidupan mereka kedepan.

Klub masih abu-abu, memberikan gaji sesuai renegosiasi kontrak akibat pandemi, namun belum memberi janji kapan kompetisi diputar lagi. Beberapa sudah mulai meliburkan pemain, dan berkumpul ketika sudah ada kepastian kapan liga digelar.

Para pemain kini mulai membidik lanjutan karier sebagai pelatih, mengambil kursus lisensi C AFC 1-16 November di Pulau Dewata, Bali. Dua pemain PSS yakni I Gede Sukadana, Jefri Kurniawan serta dua pemain PSIM, TA Musafri dan Sandy Firmansyah sudah tercatat mendaftarkan diri menggali ilmu kepelatihan.

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) sudah menyurati klub, untuk meminta ijin para pemain tersebut ikut kursus lisensi kepelatihan. Nantinya mereka akan bergabung dengan Boas Sallosa,Tinus Pae, Ahmad Jufriyanto, Hasyim Kipuw, Abdul Rahman, Deden Natsir, Agung Mulyadi juga Rudiyana dan beberapa pesepak bola lainnya.

Sukadana ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bawasanya ia ikut dalam kursus kepelatihan yang masuk dalam program Kemenpora dan PSSI. Biaya kursus pun diketahui ditanggung dua institusi tersebut sehingga sangat menguntungkan bagi peserta.

“Saya lihat informasi soal kursus kepelatihan lisensi C ini dari grup APPI lalu saya putuskan untuk ikut karena itu kebetulan juga program dari Menpora dengan PSSI, jadi tidak dipungut biaya. Ini mumpung lah, apalagi liga juga belum jelas,” ungkap Sukadana yang juga asli Bali ini.

Sementara penyerang senior PSIM, TA Musafri mengungkap memang sudah lama berkeinginan mengambil kursus kepelatihan. Bak gayung bersambut, manajemen PSIM memberikan ijin mengingat sampai saat ini kejelasan kompetisi memang belum ada dan kursus kepelatihan begitu membawa manfaat bagi pemain nanti ketika pensiun.

“Memang rencana sudah lama mau ikut kursus kepelatihan, cuma memang baru ada waktunya sekarang dan kebetulan kompetisi juga masih belum ada kepastian. Pas juga kebetulan di bulan ini ada buka kursus kepelatihan lisensi C, saya kemudian daftar dan Alhamdulillah di list nama ada. Kemudian saya komunikasikan dengan pelatih dan manajemen. Prinsipnya mereka izinkan, yasudah saya mantap ikut,” ungkap pemain asli Maluku yang sudah menetap lama di Yogyakarta ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI