Pemain Timnas Tak Boleh ‘Bersumbu Pendek’

YOGYA, KRJOGJA.com – Kegagalan timnas sepakbola U-22 dan U-19 di dua ajang berbeda tak lepas dari kesalahan sendiri. Tak bisa mengontrol emosi yang berakibat kerugian tim masih saja ditemukan saat timnas dihadapkan pada pertandingan sulit. 

Contoh terkini adalah aksi Sadil Ramdani yang terpaksa diusir wasit karena menyikut pemain lawan. Padahal, pemuda dengan skill kaki kiri mumpuni ini baru saja masuk tak lebih dari dua menit. 

Sadil merasa dilanggar pemain Thailand yang memang terlihat mengayunkan lututnya ke arah punggung pemain timnas tersebut saat terjadi perebutan bola. Meski sang pemain telah meminta maaf secara terbuka namun timnas yang bermain 10 orang harus nenyerah kalah adu pinalti dari Negeri Gajah Putih. 

Sontak saja masalah mental pemain menjadi perhatian PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia. Ketua Umum PSSI Edi Rahmayadi pun mengamini bahwa mental dan emosional  jadi masalah yang harus segera diurai untuk pembenahan timnas kedepan. 

"Bukan lagi fisiknya yang harus diperbaiki, tapi sisi mentalitasnya yang harus dibenahi, pemain tak boleh sumbu pendek karena kejadiannya kan sama baik di U-22, U-19 maupun U-16," ungkapnya pada wartawan usai ziarah ke TMP Kusumanegara Selasa (19/9/2017). 

Dalam kesempatan tersebut, Edi Rahmayadi juga mengungkap bahwa pihaknya tak melarang jika ada pemain timnas U-19 yang akan bermain untuk tim profesional. Namun, timnas diakui Edi bakal terus melakukan pemusatan latihan sehingga hampir tak mungkin bagi pemain untuk membela klub tertentu. 

"Silahkan saja kalau mau membela klub, tapi kan timnas punya agenda pemusatan pelatihan karena harus mengikuti kejuaraan kedepan. PSSI tidak melarang pada prinsipnya," sambung jendral bintang tiga ini.(Fxh)

BERITA REKOMENDASI