Pembatasan Pemain di Timnas Langkah Pas

JAKARTA (KRjogja.com) – Pembatasan pemain dari tiap klub Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 untuk membela tim nasional Indonesia pada Piala AFF 2016 maksimal dua orang dinilai sebagai langkah paling tepat. Ini agar dua kepentingan sepakbola di Tanah Air berjalan bersama. Timnas tetap bisa ikut turnamen internasional, sementara kompetisi ISC A 2016 tetap bergulir.

Menurut Direktur Utama  PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC, Joko Driyono ketika dihubungi pers di Jakarta, Kamis (1/9/2016), keputusan untuk menetapkan maksimal dua pemain dari setiap klub untuk memperkuat timnas Indonesia diambil dengan segala pertimbangan terbaik untuk semua pihak.Pembatasan pemain dinilai sebagai pilihan logis untuk segala pihak termasuk sponsor dari ISC itu sendiri.

Lebih lanjut Joko menerangkan, keikutsertaan Indonesia di Piala AFF tahun ini memang sempat berada dalam ketidakpastian karena sanksi dari FIFA baru dicabut 13 Mei ketika ISC sudah digulirkan dan terjadwal.  

"AFF tidak pernah dipertimbangkan akan berlangsung saat kita dibekukan. Kita merencanakan ISC ini awalnya kick-off di bulan Februari dan diharapkan berakhir di bulan September, sehingga semua bisa berjalan. Tapi, apa yang terjadi. Saat kita kick-off di bulan April Indonesia tidak jelas apakah kita masih disanksi atau tidak."

Joko menegaskan, akan terjadi pembengkakan biaya untuk klub yang harus membayar gaji pemain lebih lama, jika ISC berhenti demi event internasional seperti Piala AFF. "Muaranya adalah, kita tidak hanya melihat tahun ini, tapi sepakbola harus bisa dilihat dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang," bebernya.

Karena itu ketika dirinya berkonsultasi dengan pelatih alfred riedl, masalah pembatasan pemain adalah opsi yang paling mungkin dalam situasi yang tidak normal. "Sekali lagi, situasi yang tidak normal dan kebijakan apa pun yang akan kita ambil pada November nanti untuk timnas tampil di Piala AFF," tutup Joko. (Fon)
 

 

BERITA REKOMENDASI