Penalti Boaz Tentukan Kemenangan Timnas

Editor: Ivan Aditya

BOGOR (KRjogja.com) – Laga menegangkan tersaji dalam pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (03/12/2016) malam. Dalam putaran pertama semifinal Piala AFF 2016 ini Timnas berhasil memetik kemenangan atas Vietnam dengan skor tipis 2 – 1.

Tampil sebagai tuan rumah, Indonesia dibawah asuhan Alfred Riedl memainkan pola klasik 4 – 4 – 2 dengan mengandalkan duet Boaz Salossa dan Ferdinan Sinaga di lini depan. Kehilangan dua palang bertahan Yanto Basna dan Fahrudin, Timnas mengisi lini vital tersebut dengan pemain muda Hansamu Yama Pranata serta Manahati Lestusen.

Pada babak pertama Timnas tampil menyerang. Kerjasama antar lini berjalan dengan baik sehingga bola mengalir dengan beberapa variasi kerjasama yang apik. Stefano Lillipaly yang berperan sebagai jenderal lapangan tengah mampu menjalankan tugasnya, beberapa kali umpan daerahnya mampu membuat pertahanan Vietnam kocar-kacir.

Pada menit ke 5 gawang Vietnam yang dijaga Tran Nguyen bergetar. Sundulan kepala Hansamu Yama Panata yang menyambut umpan sepak pojok Rizki Pora melesak dan merobek jala gawang. Timnas unggul sementara 1 – 0.

Ketinggalan angka, Vietnam langsung bangkit. Beberapa kali serangan yang dilancarkan mampu membuat pertahanan Timnas kehilangan kosentrasi. Puncaknya terjadi pada menit ke 16 setelah Bayu Pradana melakukan pelanggaran terhadap pemain depan Vietnam. Nguyen Van Quyet yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya menjebol gawang Kurnia Meiga sehingga skor menjadi sama 1 – 1.

Jual beli serangan terus terjadi. Timnas yang mengandalkan serangan dua pemain sayap Andik Vermansyah dan Rizki Pora berulang kali membuat pasukan Vietnam kualahan, namun lemahnya penyelesaian membuat skor tak berubah hingga wasit menyudahi babak pertama.

Pada awal babak kedua Timnas tak mengubah susunan pemain. Vietnam yang memasang target menang tandang ini terus menggempur pertahanan Timnas melalui umpan-umpan tarik. Beberapa kali lini pertahanan Pasukan Garuda sempat kualahan, namun Hansamu Yama Pranata dengan posturnya yang ideal mampu menggagalkan teror bola yang dilakukan Vu Vu Han Thanh dan kawan-kawan.

Baru berjalan 4 menit babak kedua, Vietnam harus mendapat pil pahit. Stefano Lillipaly yang mendapat umpan terukur dari Andik Vermansyah terpaksa harus dijatuhkan oleh pemain belakang Vietnam sehingga berbuah penalti. Kapten Boaz Salossa yang dipercaya menjadi eksekutor mampu mengecoh Tran Nguyen sehingga skor berubah menjadi 2 – 1.

Vietnam terus meningkatkn serangan. Berkali-kali barisan pertahanan Timnas diuji oleh serangan penyerang Vietnam. Kurnia Meiga yang telah kenyang pengalaman menjaga gawang Timnas mampu bermain gemilang dengan menggagalkan beberapa kali percobaan serangaan Vietnam.

Lima belas menit akhir pertandingan Timnas mengurangi serangan dengan menarik Boaz Salossa dan memasukkan Evan Dimas untuk konsentrasi di lini tengah pertahanan, sementara Ferdinand Sinaga digantikan Lerby Eliandry. Gempuran-gempuran Vietnam terjadi bertubi-tubi, tak jarang barisan belakang Timnas terpaksa harus menghentikan laju pemain yang berujung tendangan bebas.

Pada menit akhir Alfred Reidl memasukan Zumlah Zamrun menggantikan Andik Vermansyah. Usaha Vietnam mengejar ketertinggalan pada sisa waktu tak terwujud, hingga peluit akhir ditiupkan skor tak berubah untuk kemenangan Timnas.

Dengan kemenangan ini setidaknya Timnas telah tempatkan satu kaki di babak final Piala AFF 2016. Hasil tersebut membuat Indonesia memiliki modal bagus saat berkunjung ke kandang Vietnam pada 7 Desember 2016 mendatang. (Van)

BERITA REKOMENDASI