Penundaan Liga Paksa PSIM Ubah Program Latihan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Buntut dari ditundanya kembali Liga 2 yang semula bakal digulirkan mulai 17 Oktober membuat pelatih PSIM Yogyakarta harus mengubah program latihan. Sisi positifnya, Tim ‘Laskar Mataram’punya waktu lebih panjang untuk melakukan persiapan.

“Penundaan Liga 2 tentu ada positif dan negatifnya. Positifnya tentu persiapan tim lebih panjang. Negatifnya tim pelatih harus mengubah program yang sebenarnya kemarin sudah berjalan baik dengan patokan Liga 2 digulirkan mulai 17 Oktober dan PSIM mulai bertanding pada 19 Oktober,” jelas pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro.

Lebih lanjut Seto menyatakan, perubahan program latihan itu juga disertai penambahan frekuensi pertandingan uji coba dengan tetap melihat situasi dan kondisi. Liga 2 ditunda selama satu bulan untuk selanjutnya melihat perkembangan terkait pandemi virus korona.

PSIM telah menerima surat resmi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait penundaan tersebut. Surat dengan nomor 381/LIB-KOM/IX/2020 tertanggal 30 September 2020 ini berisi tindak lanjut dari hasil pertemuan dan konferensi pers antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), PSSI dan PT LIB serta memperhatikan penyampaian Polri beserta jajaran sebagaimana yang disampaikan perihal izin keramaian kompetisi Liga 1 dan Liga 2-2020.

Pada bagian lain surat itu menyebutkan, memperhatikan penyampaian Polri pada 28 September 2020 melalui Kadiv Humas Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan bahwa Polri menunda untuk mengeluarkan izin keramaian dengan beberapa pertimbangan, di antaranya : Masih tingginya kasus Covid-19 di Wilayah Indonesia, Polri telah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

Atas pertimbangan itu, PSSI dan LIB memahami dan menghormati keputusan tersebut di mana saat ini alasan keamanan, kesehatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. PSSI dan LIB mengapresiasi segala bentuk persiapan yang telah klub lakukan mulai dari menjaga protokol kesehatan dan persiapan tim demi kelanjutan kompetisi, termasuk di antaranya bagi klub-klub yang sudah berada di DIY untuk mempersiapkan diri. Akibat penundaan yang terjadi, PSSI dan LIB memahami hal tersebut akan berdampak kepada seluruh stakeholder dan ekosistem sepakbola, baik pemain, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan dan lain-lain.

Oleh karena itu PSSI dan PT LIB meminta agar kepada seluruh pihak bisa berdoa, bersabar dan tetap selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat dengan harapan agar pandemi ini segera berakhir. PSSI dan LIB telah menyampaikan dan terus berkoordinasi kepada jajaran Polri dan Menpora agar penundaan tidak dilakukan lebih dari satu bulan dan dapat digulirkan kembali pada bulan November dengan pertimbangan jadwal kompetisi yang padat di tahun depan serta agenda-agenda internasional yang perlu dipersiapkan. (Jan)

BERITA REKOMENDASI