Persenga Ngawi Didiskualifikasi

JAKARTA (KRjogja.com) – Klub Persenga Ngawi akhirnya didiskualifikasi dari keikutsertaannya di kompetisi Indonesia Soccer championship (ISC) B 2016, menyusul tindakan tidak terpuji para pemainnya yang melakukan pengeroyokan terhadap asisten wasit saat mereka bertandang ke kandang PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (7/8/2016).

Keputusan tersebut diambil oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC melalui surat resmi. "Sehubungan dengan keputusan Komisi Disiplin ISC terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh klub Persenga Ngawi, bersama ini PT GTS menyampaikan salinan keputusan Komdis ISC Nomor KD85-10082016, di mana hukuman yang dijatuhkan adalah Persinga Ngawi didiskualifikasi dari kompetisi ISC B," demikian bunyi isi surat keputusan tersebut yang ditandatangani oleh Direktur Utama GTS, Joko Driyono.

Lebih lanjut dikatakan oleh Joko dalam suratnya bahwa terhadap keputusan ini, maka seluruh pertandingan yang melibatkan Persenga Ngawi ditiadakan dan diharapkan semua klub peserta di babak pendahuluan Grup D ISC B memperhatikan hal tersebut. Dengan demikian, seluruh laga yang melibatkan Persenga tidak dihitung.

Sebelumnya, Komdis PT GTS telah menjatuhkan hukuman kepada lima pemain Persinga Ngawi. Mereka adalah Slamet Hariyadi, Andre Eka Prasetya, M. Fatkhur Rosi, M. Zamnur, dan Moch Pujiantoro. Kelima pemain tersebut dilarang bermain selama enam bulan dan denda sebesar Rp 50 juta. Mereka terbukti bersalah karena melakukan penyerangan terhadap perangkat pertandingan (wasit dan asisten wasit, red), sesuai dengan Pasal 46 dan 48 Kode Disiplin ISC tentang tingkah laku buruk menyerang dan penganiayaan. (Fon)

BERITA REKOMENDASI