Persiba Kembali Kena Sanksi Komdis PSSI

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Persiba Bantul akhirnya mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI atas kejadian kerusuhan pada laga kontra PPSM Magelang yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Senin (24/07/2017) lalu. Dalam surat keputusan bernomor 079/L2/SK/KDPSSI/VII/2017 yang diterima manajemen, Sabtu (29/07/2017), 'Laskar Sultan Agung' mendapatkan sanksi berupa denda sebesar Rp 22,5 juta.

Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin Firdaus tersebut, sanksi dijatuhkan Komdis kepada panitia pelaksana pertandingan setelah gagal meredam tingkah laku buruk suporter Persiba. Untuk kasus suporter, sanksi ini menjadi yang kedua kalinya secara berturutturut setelah mendapatkan sanksi denda Rp 10 juta saat menjamu Persipon Pontianak.

Dijelaskan di surat tersebut, Komdis menjatuhkan sanksi setelah mendapatkan fakta dan pertimbangan hukum berupa bukti-bukti yang menunjukkan suporter, pemain cadangan, ofisial tim melakukan protes terhadap wasit hingga ke dalam lapangan. Selain itu, masuknya suporter Persiba ke lapangan juga telah terjadi berulang kali, sehingga menjadi pertimbangan serius.

Terjadinya beberapa kasus dalam pertandingan tersebut membuat Komdis menilai telah terjadi adanya tindakan pelanggaran kode disiplin PSSI. "Panpel Persiba dihukum denda sebesar Rp 22,5 juta," tegas Asep Edwin dalam surat tersebut.

Mengacu pada pasal 118 Kode Disiplin PSSI, sanksi yang diterima Persiba atas kasus ini dipastikan tak bisa banding. Denda juga wajib dibayarkan maksimal 14 hari setelah keputusan sanksi diterima manajemen. "Pengulangan terhadap pelanggaran terkait diatas, akan berakibat hukuman yang lebih berat," tandas Asep Edwin.

Menanggapi keputusan Komdis PSSI tersebut, Media Officer Persiba, Heri Fahamsah mengaku menerima dan sedikit bersyukur mendapat sanksi tak seberat seperti yang sempat dibayangkan jajaran manajemen. "Jelas kami tidak senang mendapat sanksi. Tapi karena kenyataannya seperti itu, kami menerima dan sedikit bersyukur karena nominalnya masih dalam toleransi," jelasnya. (Hit)

BERITA REKOMENDASI