Piala Ismangoen 2018 Siap Digulirkan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Memperingati hari jadi PS Gama yang ke-68, pengurus besar Gama Yogyakarta kembali menggelar festival sepakbola anak nasional bertajuk Ismangoen Cup 5-7 Oktober 2018. Stadion Pancasila UGM akan menjadi saksi meriahnya ajang menikmati olahraga sepakbola yang diikuti 64 tim dari Sekolah Sepakbola (SSB) berbagai daerah. 

Ketua panitia Ismangoen Cup 2018, Susilo Harso mengatakan festival sepakbola yang telah dilaksanakan rutin setiap tahun ini dibuat untuk mengenang jasa dua pribadi yang mendedikasikan hidup untuk olahraga sepakbola DIY yakni Prof Ismangoen dan dr Hadianto Ismangoen. Kedua sosok yang telah tiada ini dinilai begitu dalam menginspirasi pembinaan sepakbola di DIY dengan dukungan moril dan materiil selama hidupnya. 

“Kami bertekad melanjutkan semangat kedua tokoh Ismangoen dalam dedikasi pada sepakbola, khususnya sepakbola usia dini. Niat kami tulus untuk tetap mengenang jasa besar tokoh Ismangoen dalam persepakbolaan dan wujud terimakasih kami kepada keluarga besar Ismangoen atas jasa baik moril dan materil kepada persepakbolaan di DIY pada umumnya dan terkhusus kepada SSB GAMA yang kini diteruskan Ardianto Baskoro Setyawan, SIP (Kokok) sebagai cucu Profesor Ismangoen dan Putera dr Hadianto Ismangoen, SpA yang lebih dari 15 tahun menjadi manajer tim PS Gama,” ungkapnya pada wartawan Rabu (3/10/2018). 

Festival sepakbola ini diikuti 64 tim SSB yang terdiri dari 32 tim usia 10 tahun dan 32 tim usia 12 tahun. Tim-tim tersebut berasal dari berbagai daerah bahkan hingga Batam Kepulauan Riat serta seluruh provinsi di pulau Jawa. 

“Hampir semua tim sudah melewati fase screening dan technical meeting, tinggal dari luar daerah saja nanti tanggal 4 Oktober 2018 mendatang. Festival ini memperebutkan total uang pembinaan 30 juta rupiah, trophy bergilr, trophy tetap dan sertifikat kejuaraan,” sambungnya. 

Ixsan Fajar Pranoto, Humas Ismangoen Cup 2018 menambahkan pihaknya meminta maaf lantaran belum bisa mengakomodasi animo calon peserta beberapa waktu lalu. Pasalnya, baru dua pekan dibuka pendaftaran di akhir bulan Juli lalu, kuota peserta langsung terpenuhi sehingga banyak SSB yang belum terakomodir. 

“Fakta ini menjadi bahan pertimbangan mengubah format even kedepannya agar mampu mengakomodir tingginya animo atas festival ini dan semangat Ismangoen untuk mengedepankan pembinaan sepakbola semakin dirasakan,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI