PS Tira Dipecundangi PSM

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tuan rumah PS Tira dipaksa menyerah di tangan PSM Makassar dalam laga di Stadion Sultan Agung (SSA), Rabu (19/09/2018) malam. Sempat unggul 1-0 hingga paruh pertama, Tira dipaksa mengakui keunggulan PSM dengan skor akhir 1-2.

Pertandingan di babak pertama berlangsung menarik. Tuan rumah dan tim tamu sama-sama bermain terbuka dan mencipta peluang berbahaya.

Baca juga :

Mengintip Mewahnya Tempat Latihan PS Tira di Yogya

Gol Luar Biasa Rakic-Rekish Menangkan PS Tira di Kandang Bajul Ijo

Meski begitu, kali ini PS Tira yang lebih beruntung saat Ahmad Nufiandani dijatuhkan di dalam kotak penalti tepat saat masa perpanjangan waktu babak pertama. Wasit Handri Kristanto asal Jawa Tengah pun akhirnya menunjuk titik putih pertanda hukuman penalti diberikan pada PSM.

Striker Tira, Alexandar Rakic maju sebagai algojo untuk menuntaskan peluang 99 persen tersebut. Dengan kaki kiri, Rakic berhasil mengelabuhi Rivky Mokodompit dan mengubah skor sementara 1-0 untuk keunggulan PS Tira.

Memulai babak kedua, kali ini justru PSM yang mengambil inisiatif menyerang dan mencipta peluang berbahaya. Beruntung Tira memiliki penjaga gawang Angga Saputro yang melakukan penyelamatan penting.

PSM melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Alessandro Ferreira dan Guy Junior menggantikan Heri Susanto dan Zulham Zamrun. Sementara Tira harus kehilangan penjaga gawang Angga yang mengalami cidera dan digantikan Teguh Amirudin.

Benar saja, tujuh menit setelah keluar gawang PS Tira akhirnya jebol oleh sepakan terukur Wiljan Pluim. Menerima umpan Alessandro di dalam kotak penalti, Pluim melepaskan sepakan kaki kiri yang tak mampu diantisipasi Teguh dan mengubah papan skor menjadi 1-1.

PS Tira berbalik di bawah tekanan saat Ferninand Sinaga mampu menceploskan gol di menit 84. Umpan silang Arfan mampu melewati Abu Bakr dan menemui Ferdinand uang bergerak di belakang lawan. Tanpa kesulitan Sinaga mengarahkan bola dengan kepala dan menembus jala PS Tira.

PS Tira tak mampu membalas ketinggalan hingga tambahan waktu lima menit. Pasukan Young Warriors pun dipaksa mengakui keunggulan PSM dengan skor akhir 1-2.

Pelatih PSM Robert Rene Albert mengatakan timnya memang datang ke PS Tira dengan berbagai tekanan dari luar seperti tak bisanya menjajal SSA maupun larangan memainkan kiper Imam Arief Fadillah. Rene pun menolak mengomentari perjalanan pertandingan dan memilih melemparkan pada kapten tim, Wiljan Pluim.

Pluim sendiri mengaku di babak pertama timnya tak bisa berkembang meski akhirnya bisa lepas dan bermain apik di paruh kedua. “Menurut kami tadi 45 menit terburuk selama musim ini, namun kami layak dapat tiga poin ini karena kerja keras semuanya, kami bisa bangkit di babak kedua,” ungkap Pluim singkat.

Sementara pelatih PS Tira Nil Maizar mengakui bahwa hasil kali ini sangat tidak bagus karena laga kandang adalah peluang terbesar mendulang poin. Pada babak kedua, timnya kehilangan konsentrasi meski disebutnya dua gol PSM memang berkelas.

“Kami tidak tahu yang terjadi di babak kedua, padahal anak-anak sudah bermain maksimal. Tapi kali ini gol-gol PSM memang bagus, tapi ini hasil tak bagus untuk kami,” tandasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI