PSIM Kalah 2-0, Lini Belakang Masih Jadi PR

SEMARANG, KRJOGJA.com – Tim Laskar Mataram PSIM Yogyakarta gagal meraih target curi hasil menang atau seri di kandang PSIS Semarang dalam laga ujicoba Sabtu (17/6/2017) malam. Skuad Erwan Hendarwanto harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor mutlak 2-0.

Bermain away, PSIM sebenarnya turun dengan kekuatan penuh mulai dari bawah mistar hingga penyerang. Tito Rama dipercaya mengawal gawang ditemani empat bek, Ahmad Taufik, Edo Pratama, Anjar Beni dan Ayub Antoh. Sementara di tengah Andi Kurniawan, Dimas Ucok Priambodo dan Hendika Arga menjadi supplier bola ke Rangga Muslim, Dicky Prayoga dan Engkus Kuswaha.

Namun, tuan rumah yang juga bermain totak dihadapan suporter setianya mampu unggul lewat gol Erik Dwi menit ke-15 babak pertama serta Ruud Gulit di menit ke-75 babak kedua. Sementara PSIM sebenarnya sempat membuat dua gol melalui Rangga Muslim menit pertama dan 41, namun wasit menganulir keduanya lantaran menilai adanya peraturan pertandingan yang dilanggar.

Kepada KRjogja.com, pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengungkap sebenarnya tim bermain baik di sepanjang laga. Buktinya segudang peluang diciptakan melalui permainan terbuka meski tak ada satupun yang berbuah gol.

"Kami punya peluang segudang ibaratnya tapi memang tidak ada yang masuk. Sementara mereka (PSIS) hanya punya dua peluang tapi jadi gol semua," ungkapnya.

Kepada KRjoga.com, Erwan juga mengakui bawasanya masih ada kelemahan terutama di lini belakang yang lagi-lagi menjadi penghukum kekalahan untuk tim kebangaan warga Yogyakarta ini. Terlebih dua gol terjadi karena adanya pergerakan tanpa bola lawan yang luput dari pandangan anak-anak PSIM.

"Kami masih punya kelemahan di lini belakang dan kiper, setiap menerima bola crossing antisipasinya sangat lemah. Pemain juga masih terpaku pada bola, dan kurang konsentrasi ketika lawan bergerak tanpa bola," lanjut Erwan.

Meski belum bisa memenuhi target di dua ujicoba away melawan PPSM dan PSIS, namun juru racik PSIM ini tetap bersikap positif lantaran menilai ada pelajaran berharga yang bisa diambil sebelum kembali turun di kompetisi resmi Liga 2. "Pelajaran berharga untuk kami, semoga sisa waktu bisa lebih baik lagi untuk persiapan lawan Blitar," pungkasnya. (Fxh)
 

BERITA REKOMENDASI