PSIM Menang di Manahan

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – PSIM, hebat! Tampil baik di sepanjang pertandingan saat meladeni tuan rumah Persis Solo, Senin (15/11/2021) malam di Stadion Manahan. Sebiji gol, Sugeng Efendi yang sebenarnya sempat mengenai kaki pemain Solo, membuat PSIM unggul dengan skor akhir 1-0.

PSIM tampil begitu percaya diri dan tenang di laga kali ini. Para pemain terlihat kompak menerapkan strategi yang diracik pelatih, Seto Nurdiyantoro.

Ahmad Baasith, Syarif Wijianto dan Yudha Alkanza kompak mengisi lini tengah. Kuartet lini belakang yang diisi Jodi Kustiawan, Sunni Hizbullah, Aditya Putra Dewa dan Benny Wahyudi juga rapat mengisi pertahanan Laskar Mataram.

Trio lini depan Sugeng Efendi, Arbeta Rockyawan dan Hapidin juga tampak kompak berbagi peran. Sebiji peluang muncul dari Sugeng pada paruh pertama saat sepakan lengkungnya menerpa tiang gawang Wahyu Tri Nugroho.

Di sisi lain, Persis yang unggul materi pemain tampaknya memiliki beban berat harus menang. Sayangnya anak asuhan Eko Purjianto minim strategi, karena kreativitas lini tengah yang kurang berkembang.

Sandi Sute, Irfan Bachdim, Beto Goncalvez dan Yu Yhunko bahkan tak pernah bisa menciptakan peluang berbahaya ke gawang Imam Arief Fadillah. 45 menit pertama berakhir dengan skor kacamata.

Di paruh kedua, Persis sebenarnya terus berupaya menyerang lini pertahanan PSIM. Namun justru mencuri gol lewat Sugeng Efendi yang sepakan deflectednya menghujam masuk jala gawang Persis.

Laskar Sambernyawa berusaha mengubah situasi memasukkan banyak pemain seperti Shulton, Kanu, Irfan Jauhari, Assanur Rijal sampai Ferdinand Sinaga. Namun tetap saja, Persis kesulitan menembus pertahanan PSIM yang sejak menit 77 dihuni duet Jodi Kustiawan dan Purwaka Yudi.

Persis benar-benar kehabisan akal di laga kali ini. Perpanjangan waktu enam menit pun tak bisa dimanfaatkan untuk menyamakan kedudukan. Untuk kali pertama akhirnya Persis merasakan kekalahan di Stadion Manahan di Liga 2 2021.

Usai laga, pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, menyebut kemenangan malam ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain. Menurut Kak Seto, pertandingan hari ini dihadapi seperti biasa, tanpa persiapan khusus karena label derby Mataram dengan rivalitas panjang kedua tim.

“Kemenangan ini pure karena pemain. Puji Tuhan, Alhamdullilah kita beruntung bisa menang. Ini pertandingan seperti biasanya, rivalitas hanya 90 menit. Apapun itu, saya apresiasi ke pemain. Mereka berjuang sangat keras ingin memenangkan pertandingan, itu yang penting. Ini murni keinginan pemain, tidak ada rahasia. Kemenangan ini kami berikan untuk suporter. Tetap dukung, doakan kami untuk pertandingan selanjutnya,” tandas Seto.

Sementara, Asisten Pelatih Persis Solo, Tommy Haryanto, mengakui timnya terbawa permainan PSIM di laga kali ini. Menurut dia, semua pemain begitu bersemangat ingin menang yang akhirnya membuat strategi tidak berjalan maksimal.

“Hari ini kita terbawa permainan lawan. Pemain juga merasa harus menang sehingga banyak melakukan bola cepat ke depan. Ini yang sebenarnya kami juga sesalkan namun kami akan berbenah ke depan,” ungkap Tommy. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI