PSIM-PSCS Berakhir Imbang, Kak Seto: Harus Maksimal Di Laga Sisa!

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRJOGJA.com – Laga PSIM vs PSCS di Stadion Manahan, Selasa (2/11/2021) berakhir imbang 1-1. PSIM sempat tertinggal di babak pertama dan berhasil membalas satu gol di paruh kedua.

PSIM bermain dalam tekanan di sepanjang 45 menit pertama. Kerjasama antar lini tak berjalan, terkhusus di lini tengah yang menjadi sektor vital. Banyak kesalahan dilakukan para pemain PSIM yang membuat PSCS mendapat celah.

PSIM kehilangan Benny Wahyudi yang mengalami cidera paha belakang menit 22. Satu menit berselang PSCS mencetak gol melalui Benny Ashar. PSIM hampir tanpa peluang di paruh pertama, meski Sugeng Efendi sempat mencipta shoot on goal.

Di paruh babak, PSIM melakukan beberapa perubahan memasukkan Ilham Irhaz dan Firman Septian menggantikan Heru Infantri serta Nandq Nurradi. Terbukti, Irhaz mencetak gol menit 52 memanfaatkan umpan cerdas Yudha Alkanza.

PSIM menang angin di babak kedua, sebaliknya PSCS mengendur karena beberapa pemain mengalami cidera. Namun sayang, meski berupaya memasukkan Imam Witoyo menggantikan Ahmad Ihwan, PSIM tak berhasil memaksimalkan situasi dan urung mencetak gol kemenangan. Pertandingan berakhir imbang 1-1.

Usai laga, pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, mengakui timnya kembali gagal berkembang di babak pertama. PSIM terganggu hasil medis jelang pertandingan yang membuat pilihan komposisi pemain tidak maksimal.

“Hasil 1-1 bukan keinginnan kami tapi apapun itu kita syukuri dapat satu poin. Apapun yang terjadi mungkin ini belum luck kami. Babak pertama mungkin belum bisa tampil secara lepas. Babak kedua sebenarnya lebih baik, sebelum kickoff kami dapat laporan medis, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil. Ini membuat pilihan tidak banyak,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI