PSIM Tak Boleh Lagi Bermain di Bantul, AAU Jadi Pilihan

YOGYA (KRjogja.com) – Keinginan PSIM untuk bisa menggelar pertandingan lanjutan 16 besar ISC B di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul Sabtu (5/11/2016) mendatang tampaknya tinggal angan-angan saja. Pasalnya pihak keamanan tak bisa lagi memberikan perijinan setelah kejadian rusuh antar suporter saat laga lawan PSCS beberapa waktu lalu.

Manajer PSIM, Agung Damar Kusumandaru kepada KRjogja.com Rabu (2/11/2016) mengatakan ijin dari Polres Bantul tampaknya tak lagi bisa turun setelah melihat adanya kejadian tak diinginkan di pertandingan terakhir lawan PSCS. Menurut dia, panitia pelaksana pertandingan sudah sejak Senin (31/10/206) lalu menyampaikan permohonan perijinan namun juga tak mendapatkan lampu hijau dari pihak keamanan.

"Ijin pertandingan (dari Polres Bantul) lawan Persiraja juga tidak turun. Kami harus mencari opsi lain agar tetap bisa melaksanakan pertandingan," terangnya.

Sementara hingga hari ini manajemen masih berharap pada Sasana Krida Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU) yang akan dijadikan homebase di sisa pertandingan babak 16 besar. "Ya, pakai AAU karena itu opsi dari manajemen, semoga bisa digunakan," imbuhnya.

Keputusan tersebut lantaran tidak ada lagi stadion representatif bagi PSIM yang dapat digunakan untuk menjamu lawan asal Aceh tersebut. "Stadion lain tidak mungkin digunakan, satu pilihan ya di AAU, kita sudah urus ijinnya," imbuh pria yang juga Ketua Umum PSIM ini.

Terkait boleh atau tidaknya suporter menemani PSIM di laga melawan Persiraja di AAU nanti, Agung belum bisa menjamin hal tersebut. "Kita masih menunggu rekomendasi dari Polres Sleman apakah boleh dengan penonton atau tanpa penonton, semoga saja ada hasil terbaik," pungkasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI