PSIM Tunggu Subsidi PT Liga demi Gaji Pemain

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim profesional sepakbola Indonesia tanpa pemasukan di masa pandemi Covid. Padahal, tim masih harus membayar tanggungan gaji pemain, pelatih dan seluruh staf di tengah kompetisi yang ditangguhkan.

PSIM, wakil DIY di Liga 2 2020 menjadi salah satu yang begitu terdampak. Tidak ada pemasukan dari pertandingan dan sponsorhip membuat Laskar Mataram kini menanti subsidi kompetisi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“Kami berharap segera ada kejelasan mengenai subsidi. Karena ini sangat dibutuhkan untuk kalkulasi budget operasional. Periode April – Juni 2020 belum ada kejelasan,” ungkap manajer PSIM, David Hutahuruk pada wartawan.

Selain itu, PSIM juga masih menantikan kejelasan kompetisi Liga 2 yang akan dilanjutkan. Sampai saat ini PSIM belum mendapatkan kejelasan terkait jadwal, regulasi dan venue yang akan digunakan untuk penyelenggaraan nantinya.

PT LIB sendiri sampai saat ini belum jelas merinci berapa besaran subsidi untuk tim-tim di Liga 2. Untuk Liga 1, LIB memberikan masing-masing Rp 800 juta setiap bulan baik selama kompetisi maupun pandemi Covid.

Sebelum pandemi, PT LIB berikrar melalui surat perjanjian memberikan subsidi Rp 1,15 miliar pada tiap tim Liga 2. Rp 250 juta sudah diterima di awal kompetisi sementara sisanya belum jelas sampai saat ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI