PSIM vs Persebaya, Pengamat: Bonek Sedang Dalam Fase Berubah

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Beberapa hari kebelakang ramai diperbincangkan di sosial media adanya kekhawatiran warga sekitar Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul yang menolak rencana pertandingan PSIM melawan Persebaya Surabaya. Hal tersebut lantaran warga khawatir ulah suporter fanatik Persebaya yang dikenal sebagai Bonek berulah seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. 

Namun, di kalangan pecinta sepakbola di Indonesia fans Persebaya yang dikenal begitu fanatik mendukung tim kesayangannya sedang dalam fase perubahan ke arah lebih positif. Satu pandangan yang meyakinkan metamorfosa Bonek hadir dari pengamat komunitas sepakbola yang juga dosen UMY, Fajar Junaidi. 

Fajarjun begitu ia akrab disapa berpandangan, masyarakat tak bisa begitu saja menaruh stigma negatif pada suporter Persebaya yang sejak dahulu diidentikkan dalam identitas Bonek. Menurut dia, saat ini perubahan pada Bonek Mania sudah semakin terlihat nyata seperti contoh paling nyata di Piala Dirgantara yang digelar di Stadion Maguwoharjo beberapa waktu lalu. 

"Sebagai contoh saat Piala Dirgantara, mereka melakukan pengecatan terhadap Stadion Maguwoharjo yang dicoret-coret secara vandal oleh Bonek yang lain. Aksi mereka tersebar melalui media sosial yang sekaligus menjadi "trial by football fans" kepada sesama Bonek yang melakukan vandalisme. Demikian juga mereka menggalang dana untuk mengganti kerugian pedagang di sekitar stadion yang barang dagangannya diambil oleh "Bonek" lain. Juga di final Piala Dirgantara saat ada "Bonek" berusaha jebol pintu stadion, justru Bonek yang di dalam stadion yang menghalangi penjebolan," ungkapnya. 

Menurut Fajarjun, masyarakat secara umum dan media massa pada khususnya perlu memahami bawasanya Bonek berangkat dari suporter sepakbola yang berkembang secara kultural yang ditandai dg disatukannya mereka berdasarkan kesamaan identitas dalam mendukung sebuah klub. Maka, menurut dia perlu pendekatan kultural pula untuk mengubah kebiasaan buruk yang dilakukan dalam mendukung tim. 

"Proses ini yang harus diapresiasi, bahwa jika ada orang beratribut Persebaya yang melakukan vandalisme dan kriminalitas tidak serta merta kemudian digeneralisasi bahwa keseluruhan Bonek adalah kriminal. Jika ada orang beratribut klub sepakbola apapun melakukan kriminalitas maka serahkan kepada penegak hukum dan tidak perlu berempati pada pelaku tersebut meskipun beratribut sama," tegas Fajarjun. 

Laga PSIM melawan Persebaya di Liga 2 sendiri bakal digelar 18 Mei 2017 nanti di SSA. Laga tersebut diprediksi bakal berjalan cukup seru mengingat kedua tim saat ini dihuni pemain-pemain muda dengan bakat luar biasa. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI