PSS Tahan Imbang Rans Nusantara

Editor: Ivan Aditya

BOGOR, KRJOGJA.com – Ribuan Sleman Fans yang hadir di Stadion Pakansari Bogor menyaksikan laga Rans Nusantara melawan PSS Sleman, Jumat (29/7/2022) malam tampaknya merasakan berada di atas roller coaster dengan lintasan naik turun. Saat seolah akan merasakan tim kebanggaannya kalah mudah, akhirnya Super Elang Jawa bisa bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan skor 3-3.

Dalam laga pekan kedua Liga 1 ini, skuad pertama PSS cukup banyak yang bermain di bawah performa terbaiknya. Sebut saja Irkham Mila, Mychell Chagas, Jihad Ayoub, Marco Sandy bahkan Purwaka Yudi terlihat tidak bermain di penampilan puncaknya.

Tak heran bila di menit 38, PSS sudah tertinggal lewat gol penyerang muda Rans, Septian Bagaskara. PSS membalas gol lewat sundulan Tallyson Duarte yang berbelok arah mengenai bek Rans, OK Jhon pada menit 44, namun sayang dua menit kemudian Bagaskara mencetak gol kedua bagi Rans dan menutup paruh pertama.

Beruntung bagi PSS, gelandang Ze Valente bermain baik di laga kali ini dan menghidupkan permainan. Ia bekerja keras ‘menggendong’ permainan PSS yang sempat kendor karena Rans mencetak gol menit 51 lewat David Laly.

Lini belakang PSS kedodoran, yang langsung coba direspon dengan mengganti Purwaka Yudi, menggeser Nurdiansyah jadi bek tengah bersama Duarte serta mengganti komposisi lini tengah dengan menarik Ayoub, memasukkan Dave Mustaine dan Riki Dwi. Situasi terbukti positif untuk PSS, di mana Riki berhasil mencetak gol dari sundulan meneruskan sepakan Ze menit 65.

Penyerang asing PSS Mychell Chagas yang belum juga tampil apik di dua laga akhirnya ditarik keluar digantikan Boaz Solossa. Dampaknya positif, ruang di depan semakin terbuka untuk pergerakan penyerang Sleman hingga akhirnya Dave melepaskan sepakan keras kaki kanan tak mampu dijangkau Hilman Syah menit 77.

Skor berubah 3-3 yang berusaha diamankan PSS karena menjadi hasil terbaik di malam tadi. Di tubuh Rans, tentu hal itu menjadi kerugian karena sejak awal mereka sudah unggul meski total peluang yang didapat lebih sedikit dari Sleman. Kedua tim pun harus puas berbagi poin 1 di laga kali ini.

Usai laga, pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro mengungkap bersyukur atas hasil yang didapatkan, dengan keberuntungan dari Tuhan. Kak Seto mengamini lebih banyak tertekan di laga kali ini yang membuat kesulitan.

“Babak pertama komunikasi kami kurang berjalan, babak kedua coba kami ubah pemain dengan tipikal berbeda. Ini membuat kami cukup lega, meski belum maksimal, tapi ini hasil terbaik untuk kami,” ungkap Kak Seto.

Kak Seto tetap melempar apresiasi pada seluruh pemain yang diakuinya masih dalam kondisi tidak baik setelah kalah di kandang. Satu poin yang didapatkan pun diharapkan bisa membawa energi positif bagi psikologis pemain PSS.

“Semoga ini jadi sesuatu yang berbeda dan pembeda. Semoga poin satu ini bisa membawa semangat dan membawa psikis pemain lebih baik lagi,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI