Renovasi Mandala Krida Jalan Terus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan rencana renovasi dan melengkapi fasilitas di Stadion Mandala
Krida tetap akan dilanjutkan meski ditengarai hanya akan menjadi stadion cadangan pada Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Dengan status tersebut, rencana renovasi kemungkinan akan difokuskan pada beberapa bagian yang paling mendesak terlebih dahulu

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Drs Eka Heru Prasetya kepada KR di Yogya, Minggu (18/1) mengatakan, hingga kemarin pihaknya memang sudah mendengar kabar tersebut. Hanya saja, pihaknya masih menunggu surat resmi dari PSSI mengenai keputusan tersebut.

BACA JUGA :

Mandala Krida, Kandidat Stadion Piala Dunia U-20 2021

Sepakbola Porda DIY 2019 Terancam Tidak di Mandala Krida

"Saya memang sudah mendapatkan informasi tersebut. Tapi itu sebatas dari internet saja, kalau yang resminya memang
belum kami dapatkan dari PSSI. Kami berharap, karena kemarin masuknya juga resmi, untuk keputusan ini juga ada surat
resminya dari PSSI. Tapi yang pasti, renovasi akan tetap kali laksanakan tahun ini,” tegas Eka Heru.

Dari informasi yang didapatnya, saat ini PSSI mengajukan 6 stadion untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Piala Dunia
U-20 tahun 2021 mendatang ke FIFA. Keenam stadion tersebut yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno, Stadion SI Jalak Harupat, Stadion Pakarsari, Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Patriot
Candrabhaga dan Stadion Manahan. Sedangkan empat stadion lain yang sebelumnya masuk 10 nominasi yakni Stadion Mandala Krida,
Stadion Wibawa Mukti, Stadion Jakabaring dan Stadion Kapten I Wayan Dipta hanya berstatus cadangan. 

Dengan status tersebut, Eka Heru mengaku akan melihat lebih jauh kebutuhan paling mendesak dan ketersediaan dana dalam renovasi Stadion Mandala Krida. Jika sebelumnya renovasi akan menyasar pada pemasangan lampu, pemasangan bangku tunggal,
pemasangan papan skor digital, penambahan 2 ruang ganti pemain dan renovasi ruang ganti wasit, dengan adanya status baru
ini, kemungkinan akan ada perubahan. “Sangat mungkin berubah dan kami akan sesuaikan dengan dana anggaran sebesar Rp 60 miliar tersebut,” terangnya.

Seksi Sosbud Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Prambudi Setiono juga menegaskan bahwa rencana renovasi tetap akan jalan terus. Namun, akan ada perubahan untuk bagianbagian yang akan direnovasi. (Hit)     

BERITA REKOMENDASI