Sanchez Berusaha Terlalu Keras di Man United

LONDON (KRjogja.com) – Pada bursa transfer musim dingin 2018, Alexis Sanchez membuat sebuah keputusan kontroversial. Ya, pemain Timnas Cile tersebut memutuskan untuk menyeberang ke Manchester United yang notabene seteru Arsenal di kancah domestik.

Bukan hanya itu, hal yang mengejutkan lainnya adalah Sanchez sendiri sebenarnya lebih kencang diisukan bakal bergabung dengan rival sekota Man United, yaitu Manchester City. Bahkan sempat tersiar kabar bahwa sudah ada kesepakatan antara Sanchez dan Josep Guardiola –manajer Man City.

Akan tetapi bukannya berseragam Man City, Sanchez justru menerima tawaran bergabung dengan Setan Merah. Namun sebagai bayarannya, manajemen Man United harus rela memberikan gaji sebesar 500 ribu pounds atau sekira Rp9,5 miliar per pekannya kepada Sanchez.

Yang mana hal tersebut menjadikan Sanchez sebagai pemain dengan bayaran termahal dalam sejarah Liga Inggris. Meski digaji dengan nominal yang luar biasa, performa Sanchez justru tidak terlalu menjanjikan sejak gabung Man United.

Terhitung dalam enam pertandingan yang sudah dilalui bersama Man United, Sanchez baru mampu menyumbangkan masing-masing satu gol dan assist untuk tim arahan Jose Mourinho tersebut. Mengetahui kondisi itu membuat mantan pemain Man United, Andy Cole, pun berkomentar.

Cole menilai bahwa Sanchez berusaha terlalu keras untuk tampil luar biasa bersama Man United. Cole pun menyarankan agar Sanchez tak terlalu terburu-buru untuk bisa beradaptasi dengan gaya bermain Man United, yang memang sangat berbeda dibandingkan Arsenal.

“Alexis Sanchez adalah salah satu pemain terhebat yang pernah saya lihat di Liga Inggris. Saya pikir terkadang saat Anda mencoba terlalu keras untuk membuat orang lain terkesan, memberi terlalu banyak,” ucap Cole, seperti disadur dari Talksport, Kamis (22/3/2018).

“Padahal, hal-hal seperti itu justru bisa jadi boomerang untuk diri Anda sendiri. Arsenal bermain dengan cara yang berbeda dengan United bagaimanapun Anda melihatnya,” sambung pria berkebangsaan Inggris tersebut.

“Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor itu ketika Anda melihatnya. Anak itu bermain dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan di Arsenal meski Manchester United bermain dengan cara yang berbeda tapi saya yakin keadaan ini akan berbalik untuknya,” tuntasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI