Sanksi Tanpa Penonton, PSS Siap Berjuang Sendiri di Maguwoharjo

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ulah tak bertanggungjawab oknum suporter saat menjamu Madura FC beberapa waktu lalu seperti diketahui menimbulkan dampak merugikan bagi PSS. Di satu laga home melawan Persita Jumat (16/11/2018) yang sebenarnya sangat menentukan, PSS harus bermain sendirian tanpa dukungan puluhan ribu suporter setianya di Stadion Maguwoharjo.

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro mengatakan ketidakhadiran penonton di laga kandang sebenarnya cukup berpengaruh pada performa timnya. Menurut Seto, suporter merupakan pemain ke-12 yang bisa memotivasi para pemain untuk tampil maksimal di sebuah pertandingan.

“Kami harus melalui laga penonton satu kali di home, sebenarnya cukup berpengaruh tapi kami harus menghormati keputusan federasi. Harapannya kami bisa memunculkan motivasi pemain untuk lepas walau tanpa penonton,” ungkap Seto, Selasa (13/11/2018).

Laga tanpa penonton sendiri bukan kali pertama dialami PSS saat bermain di Maguwoharjo. Beberapa waktu lalu di derbi DIY melawan saudara tua PSIM, laga digelar tanpa penonton yang mana dimenangkan PSS dengan skor 4-0.

Dalam laga tersebut, para pemain PSS malah mampu menunjukkan permainan terbaiknya dan begitu lepas memainkan skema pelatih. Meski jelas dengan tensi berbeda, namun ketika trend baik bermain tanpa penonton bisa diulangi maka PSS kemungkinan besar memperpanjang nafas di babak delapan besar Liga 2 2018.

Seto juga menilai dengan kondisi klasemen grup B saat ini, empat tim yakni Persita, Persiraja, Madura FC dan PSS masih memiliki peluang lolos yang sama besarnya. “Semua tim masih ada kans, kami harus berjuang di dua laga home nanti. Kita akan saling kejar-kejaran di sana,” tandasnya.

PSS kini berada di paling bawah dengan raihan 4 poin. Dua tim lain yakni Persiraja dan Madura FC sama-sama mengoleksi poin 6 dan Persita berada di puncak dengan 7 poin. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI