Seleksi Pertama PSIM Banjir Peminat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Mandala Krida Rabu (7/3/2018) sore ternyata tak menyurutkan niat pesepakbola muda dari klub interna anggota Askot PSSI Kota Yogyakarta mengadu nasib masuk ke PSIM. Tercatat 83 pemain hasil penjaringan Piala Walikota 2018 datang di seleksi pemain lokal hari pertama PSIM untuk menyambut gelaran Liga 2 2018.

Tim pelatih di bawah Erwan Hendarwanto pun sempat kesulitan memantau pemain menonjol sore tadi. Cuaca hujan yang membuat lapangan tergenang, di tambah banjirnya jumlah pemain yang datang akhirnya membuat tim pelatih urung melakukan pengurangan pemain.

“Total 83 pemain tercatat ikut seleksi hari pertama ini dan kami belum melakukan pengurangan pemain. Kami masih memberikan kesempatan pada mereka semua dan baru akan dikurangi Kamis (8/3/2018) nanti,” ungkap Erwan di sela memantau pemain seleksi.

Seleksi pemain lokal debutan tersebut akan berlangsung hingga Sabtu (10/2/2018) nanti. Pelatih menargetkan mendapat 15 pemain yang kemudian akan diikutkan latihan bersama 12 pemain rekomendasi lama dan nantinya pemain seleksi dari luar daerah.

“Sebanyak 15 pemain lokal yang lolos seleksi tahap pertama nanti masih akan kita seleksi lagi sambil menjalani latihan. Berapa pun yang layak entah dua atau tiga pemain akan kita pakai di Liga 2 nanti,” sambungnya.

Erwan yang tetap dibantu asisten Ananto Nurhani dan Didik Wisnu menyampaikan bahwa karakter bermain tetap menjadi patokan penilaian seleksi kali ini. Teknik dan fisik yang kuat menjadi dua aspek utama yang diklaim menentukan langkah lanjutan pemain seleksi.

“Seperti yang kami bilang, PSIM mencari pemain yang ibaratnya wani nggetih dan salah satu indikatornya fisik. Mereka tidak kompetisi tapi kalau menjaga fisik akan terlihat, inilah yang kita harapkan ada,” pungkasnya.

Tim pelatih sendiri mempertahankan 12 pemain lama yang ikut dalam kompetisi Liga 2 2017 lalu. Beberapa nama bahkan sudah terlihat ikut menyaksikan seleksi seperti Hendika Arga, Edo Pratama dan Ayub Antoh. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI