Semi Suparji, Bek Kiri PSIM yang Selalu Puasa dan Semedi Sebelum Pertandingan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemain PSIM era 80-an yang berposisi sebagai bek kiri, Semi Suparji ternyata memiliki cerita unik sepanjang berkarier di Laskar Mataram. Semi memiliki kebiasaan yang bertolak belakang dari kehidupan atlet pada umumnya.

Semi yang kini menjadi staf keamanan di Fakultas Hukum UGM menceritakan pengalaman-pengalaman menariknya kala membela PSIM hampir selama 11 tahun. Cerita Semi dimulai saat mulai berseragam PSIM pada 1983, dimana ia berposisi menjadi bek kiri.

“Saya itu lucu, bek kiri tapi ndak bisa nendang kiri, bisanya ya pakai kanan. Tapi ya pelatih percaya, saya punya argumen kalau kaki kanan saya itu tujuannya langsung gawang, lebih menguntungkan tim. Crossing juga tidak bisa, wes pokoke saya itu nek teknik yo raiso,” ungkapnya berkisah ketika ditemui KRJOGJA.com.


Semi Suparji menunjukkan sabuk kain batik yang selalu dikenakannya saat bermain untuk PSIM. (Foto : Harminanto)

Bukan itu saja, keunikan Semi ternyata juga terjadi di luar lapangan. Ia gemar melakukan lelaku prihatin yang dianggapnya bisa menjadi sugesti positif.

Saat atlet pada umumnya harus menjaga kondisi dengan tidur dan makan cukup sebelum bertanding, Semi justru memiliki kebiasaan sebaliknya. Sehari sebelum bertanding, ia selalu berpuasa tak makan tak minum selama satu hari penuh dan bahkan bersemedi begadang tak tidur semalaman.

“Saya punya guru, Kyai dari Cangkringan yang meminta saya laku prihatin dan saya lakukan. Kalau mau main itu puasa terus semacam semedi semalaman, tapi itu saya sebenarnya memikirkan permainan besok. Tapi ya kalau main kuat saja, digaprak gitu jatuh ya bangun lagi, ya tidak ada takutnya itu, saya juga kadang tidak nalar,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI