SSA Tak Diperbolehkan untuk Latihan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Bakal menjadi salah satu venue tersibuk saat kompetisi Liga 1 digulirkan kembali Oktober mendatang, pengelola Stadion Sultan Agung (SSA) memberlakukan kebijakan baru demi menjaga kualitas rumput dan lapangan selalu prima. Kebijakan tersebut yakni, tak akan memberikan izin penggunaan lapangan untuk latihan tim.

Kasi Sarana dan Prasarana, Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya SIP mengatakan, karena SSA pada kompetisi Liga 1 mendatang bakal digunakan untuk 3 tim, maka kebijakan khusus diterapkan. ”Salah satunya dengan hanya memberikan izin penggunaan untuk pertandingan resmi saja,” jelasnya.

Dengan kebijakan tersebut, maka pihaknya bisa mendapatkan waktu lebih panjang untuk melakukan perawatan rumput di stadion kebanggaan masyarakat Bantul selepas digunakan sebuah pertandingan. Jika nantinya harus dipaksakan digunakan untuk pertandingan dan latihan rutin tim sebagai persiapan menghadapi pertandingan, dikhawatirkan kondisi rumput tidak akan maksimal.

Selain itu, Bagus menambahkan, izin lain yang akan dikeluarkan pengelola adalah untuk latihan resmi sehari sebelum pertandingan. Hal tersebut dikarenakan, latihan resmi sehari sebelum pertandingan sesuai aturan adalah kewajiban yang harus diberikan kepada tim yang akan bertanding di venue tersebut.

Dengan kebijakan tersebut, tiga tim yang telah memastikan akan menggunakan SSA sebagai markas sementara, yakni Bali United, PSM Makassar dan Persija Jakarta, menurut Bagus, harus mencari lapangan atau stadion lain untuk menjadi tempat latihan rutin mereka. Meski demikian, pihaknya belum berdiskusi lagi dengan perwakilan ketiga tim untuk gambaran mengenai lokasi-lokasi yang bisa digunakan untuk latihan.

Bahkan, Bagus yang juga menjabat sebagai Exco Askab PSSI Bantul ini juga tidak berani mengusulkan atau merekomendasikan lapangan alternatif untuk bisa digunakan sebagai lokasi latihan rutin setiap hari bagi tim-tim tersebut. ”Hal itu terkait di mana mereka akan menginap selama di DIY. Kalau hotel mereka di Sleman atau Yogya, mungkin mereka cari lapangan yang dekat saja,” jelasnya.

Mengenai persiapan yang dilakukan sebelum benar-benar akan digunakan sebagai venue pertandingan Liga 1, Bagus menjelaskan, pihaknya bersama staf di stadion secara rutin melakukan perawatan. Mulai dari penyiraman, pemotongan dan pemupukan rumput secara rutin dilakukan guna menjaga kualitasnya.

”Semua persiapan terus kali lakukan, baik yang di sektor lapangan dan fasilitas pendukungnya. Termasuk untuk mengantisipasi kebijakan protokol kesehatannya. Masukan dari LIB terkait fasilitas hand sanitizer di ruang ganti, juga kami siapkan,” tandasnya. (Hit)

BERITA REKOMENDASI