Suporter Tewas Dilempar Batu, Maident Ikut Berduka

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Umum Mataram Independent (Maident) Rendy Agung Prasetyo menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya suporter sepakbola pekan lalu. Karena itu, meminta para pendukung untuk tetap menjaga silaturahmi agar peristiwa tersebut tidak terulang.

"Kami juga mengutuk pelaku tindak kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal. Kita sesama manusia tidak seharusnya melakukan perbuatan yang kejam dengan alasan apapun. Rasanya dunia sepakbola ini menjadi semakin tidak menarik apabila masih harus menemui kejadian-kejadian serupa," jelasnya.

BACA JUGA :

Suporter PSS Tewas Dilempar Batu Usai Celebration Game

Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku Pelemparan Suporter PSS

Rendy juga berharap adanya konsolidasi kelompok supporter agar tercapai kesepakatan yang kuat sebagai pedoman bersama sehingga tidak terjadi tindak kekerasan di dunia supporter. "Semoga kejadian ini juga mengingatkan kita untuk mengedepankan akal sehat, berpikir sebelum bertindak, dan mematuhi aturan sehingga tidak ada lagi perselisihan antarsupporter di Indonesia," ungkapnya.

Dia menyadari ditengah carut marutnya informasi melalui dunia maya, sangatlah penting untuk tetap srawung, menjalin silaturahmi, dan saling memberikan apresiasi maupun kritik yang membangun. Hal itu dapat dilakukan dengan forum atau obrolan-obrolan santai yang diagendakan oleh masing-masing pengurus. 

Kebiasaan berkumpul dan saling bertukar pikiran ini, kata Rendy akan menumbuhkan kenyamanan bersama dan kedamaian antarsupporter. The Maident selalu terbuka dalam berembug, menjalin komunikasi, serta koordinasi demi keberlangsungan dunia supporter dan sepakbola yang lebih baik.

"The Maident dengan semboyan attractive no anarchy selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan kelompok supporter lain pada tingkat kepengurusan dan arus bawah." 

Sebagaimana diketahui Muhammad Asadulloh Alkhoiri (20) warga Jatinom Klaten Jawa Tengah tewas setelah mengalami luka dalam akibat terkena lemparan batu orang tak dikenal di Jalan Solo Km 12,5, Kalasan, Sleman Sabtu (19/1/2019) malam. Korban diketahui baru saja menyaksikan laga Celebration Game antara PSS berhadapan dengan Persis Solo. 

Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah kepada wartawan, Minggu (20/1/2019) membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, korban terkena lemparan batu dari sekelompok orang tak dikenal di depan rumah sakit PDHI Kalasan. 

“Benar, satu orang warga Klaten meninggal dunia setelah kena lemparan batu dari kelompok orang tak dikenal di depan Rumah Sakit PDHI Kalasan. Kejadian sekira pukul 19.30 WIB,” ungkap Kapolres. 

Kapolres juga membenarkan bahwa korban diketahui hendak pulang ke rumah kawasan Jatinom Klaten setelah menyaksikan pertandingan sepakbola di Stadion Maguwoharjo. “Sesaat sebelum kejadian korban sempat menyalip rombongan pengendara motor. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada lemparan batu dari kelompok tak dikenal, mengenai korban,” sambung dia. (*)

BERITA TERKAIT