Timnas Kesulitan Pergi ke Korsel, PSSI Cari Alternatif Negara Lain

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tim Nasional (Timnas) Indonesia, baik yang level senior dan tingkat U-19 akhirnya menggelar latihan juga di Stadion Madya, Senayan pada Jumat 7 Agustus 2020. Pemusatan Latihan (TC) tersebut pun direncanakan akan berlangsung sampai 15 Agustus 2020.

Setelah itu, rencananya Timnas Indonesia U-19 pun bakal diterbangkan ke Korea Selatan (Korsel) untuk melakukan TC lanjutan. Alasan PSSI mengirimkan Timnas Indonesia U-19 ke Korsel karena Ketua Umum Federasi Sepakbola Indonesia, Mochamad Iriawan, menginginkan para pemainnya melawan tim-tim yang kuat.

“Kami akan mendukung permintaan pelatih Shin Tae-yong untuk TC di luar Indonesia agar bisa meningkatkan kemampuan para pemain masing-masing. Akan tetapi, karena ada masalah karantina dua minggu di sana (Korsel) jadi kami bicarakan TC di Eropa, karena ada beberapa negara yang tidak perlu karantina dua minggu,” kata Iriawan, seperti laporan yang didapatkan Okezone, Sabtu (8/8/2020).

Seperti yang dikatakan Iriawan di atas, pada kenyataannya saat ini PSSI sedang dipusingkan dengan sulitnya jika harus TC di Korsel. Sebab karantina selama 14 hari yang menjadi syarat pendatang dari luar negeri ke Negeri Ginseng tersebut dirasa Iriawan dan para pemain Timnas Indonesia U-19 terlalu lama.

Jadi, karena alasan itulah Iriawan mengatakan pihaknya kini sedang mengincar negara lain yang menjadi tempat pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 yang diprediksi bakal pergi pada 16 Agustus 2020 mendatang. Setidaknya Iriawan merasa ada tiga negara Eropa yang sedang dipertimbangkan, yakni Belanda, Prancis, dan Jerman.

“Rupanya berangkat (ke luar negeri) tidak gampang juga. Karena ke Korea harus ada syarat-syarat tertentu. Saat ini kami sedang komunikasi dengan kedutaan. Hal yang jelas, Shin Tae-yong menginginkan keluar, baik itu ke Korea atau ke negara Eropa,” lanjut pernyataan Iriawan.

“Akan tetapi, nyatanya ke Korea tidak semudah yang kita bayangkan, ke sana harus karantina 14 hari juga. Ini yang menjadi permasalahan, terutama anak-anak yang harus menjalani karantina 14 hari lagi,” tambah pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut

“(Untuk jadwal) Shin Tae-yong akan buat itu, paling tidak TC di Indonesia sampai tanggal 15 (Agustus 2020). Jadi, tanggal 16 itu berangkat, tetapi kemungkinan bisa mundur,” tambahnya.

Alasan dipertimbangkannya TC ke Eropa, khususnya antara Belanda, Jerman, dan Prancis karena menurutu pemaparan Iriawan, negara-negara tersebut tak mengharuskan pendatang dari luar negeri karantina selama 14 hari. Namun, Iriawan menegaskan TC Timnas Indonesia U-19 ke Korsel tetaplah menjadi hal yang diutamakan.

“Kami memang mau secepatnnya TC di luar negeri, pertimbangan besarnya tetap ke Korea Selatan. Kalau tidak bisa ya ke negara Eropa ada Belanda, Prancis dan Jerman. Jadi kami lihat saja bagaimana perkembangannya nanti,” tutupnya.

BERITA REKOMENDASI