Timnas Terpuruk, Semua Salah McMenemy?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Simon McMenemy menjadi bulan-bulanan pencinta sepakbola Tanah Air atas hasil buruk yang dialami Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Juru taktik berpaspor Skotlandia itu dinilai tidak becus menangani Evan Dimas dan kawan-kawan, sehingga diminta angkat kaki dari Timnas Indonesia.

 

Meski begitu, performa buruk yang dijalani Timnas Indonesia tidak sepenuhnya salah McMenemy. Federasi dalam hal ini PSSI juga memiliki andil yang sangat besar dalam keterpurukan prestasi sepakbola Tanah Air.

Bisa dibilang PSSI kurang profesional dalam menjalankan roda kompetisi. Hal itu terlihat dalam mengatur jadwal kompetisi yang terlihat semrawut. Ketika 2019 sebentar lagi akan berakhir, kompetisi Liga 1 baru memasuki pekan 22. Rata-rata, setiap klub masih akan melakoni 12-14 pertandingan hingga kompetisi berakhir.

Hal itu berbanding terbalik dengan kompetisi-kompetisi elite lain di Asia Tenggara. Liga Malaysia telah merampungkan kompetisi sejak medio Juli 2019. Sementara itu, Liga Thailand dan Vietnam tinggal menyisakan dua pekan.

Dengan jadwal kompetisi yang teratur, federasi sepakbola Thailand, Vietnam dan Malaysia dapat menyiapkan tim nasional yang kuat. Rata-rata di sana, setiap klub hanya menjalani satu pertandingan di setiap pekannya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Dalam satu kasus, satu klub bisa melakoni empat pertandingan dalam kurun 10 hari! Imbasnya ketika bergabung bersama Timnas Indonesia, stamina Beto Goncalves dan kawan-kawan sudah terkuras. Hal itu pun dikeluhkan McMenemy dan pada akhirnya, Timnas Indonesia gagal total di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

BERITA REKOMENDASI