Timnas U-19 Lakukan Evaluasi, Jangan Terburu Menghakimi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dua pertandingan ujicoba dilakoni timnas U-19 di TC tahap pertama Yogyakarta yang resmi berakhir Sabtu (2/6/2018) malam. Dua kekalahan ditelan anak asuh Indra Sjafri yakni 0-3 melawan Persis Solo dan 0-2 melawan PSS semalam. 

Di laga kontra PSS, mungkin sebagian besar penonton yang datang ke Stadion Maguwoharjo melihat permainan timnas yang bahkan sama sekali tidak memiliki greget. Berkali-kali kesalahan operan  memperlihatkan tidak padunya tim dipertontonkan para pemain yang dihuni muka lama dan baru. 

Pun begitu dengan ciri khas permainan dari kaki ke kaki dengan tujuan ke gawang seolah tidak terlihat. Egy Maulana Vikri yang disebut Messinya Indonesia pun seolah tak berdaya memperlihatkan magis dribble kaki kirinya untuk mengobrak-abrik pertahanan senior di PSS. Ungkapan pesimis pun mungkin tak terbendung ketika ditarik garis panjang untuk menyaksikan Indonesia masuk empat besar piala AFC dan lolos ke Piala Dunia U-20 menjadi salah satu wakil Asia. 

Otomatisasi gerak belum terbentuk, ketika Egy menguasai bola tidak ada dua hingga tiga pilihan mengoper yang seharusnya bisa menciptakan peluang berbahaya ke gawang lawan. Para pemain seolah masih membawa ‘ego’ saat diposisikan pelatih di klub asal sehingga cukup bingung ketika diubah oleh Indra Sjafri dan tim.

Pengganti kapten Rachmat Irianto yang cidera dan akan diduetkan dengan Nurhidayat di pos pertahanan belum terlihat. Pun begitu penyerang haus gol yang bisa diandalkan jika Egy 'Messi' ditekan banyak pemain juga belum bisa menciptakan peluang.

Hanya Hanis Saghara yang terlihat begitu militan dan sempat menyentuhkan bola di tiang gawang selatan Maguwoharjo meski baru masuk di paruh kedua karena baru saja sembuh dari cidera. 

Namun, ternyata dua kekalahan tak lantas membuat Indra Sjafri menciut menghadapi persiapan menuju dua perhelatan besar AFF Cup dan AFC  Cup U-19. Timnas masih mantap melangkah di mana TC tahap kedua akan dilaksanakan kembali di Yogyakarta 19 Juni 2018 mendatang usai Hari Raya Idul Fitri. 

Beberapa pemain yang tidak layak akan dikembalikan ke klub sementara yang memenuhi kriteria akan disertakan dalam TC tahap kedua yang juga menjadi persiapan menuju AFF Cup awal Juli 2018. Dua hingga tiga pemain baru akan dicoba untuk mendapatkan opsi terbaik yang siap diturunkan di laga internasional resmi. 

“Lusa (Senin 4/6/2018) kami lakukan evaluasi, siapa yang akan dipanggil di TC tahap kedua dan siapa yang tidak. Kami harus melihat secara objektif dan tepat karena tidak boleh keliru menilai pemain,” ungkap Indra usai pertandingan kontra PSS Sabtu (2/6/2018) malam. 

“Tidak ada lagi coba-coba pemain di TC tahap kedua nanti, semua sudah dikondisikan ke arah AFF Cup 1 Juli 2018,” begitu Indra menambahkan ketika beberapa wartawan menanyakan akan dibawa ke mana TC tahap kedua yang juga diselenggarakan di Yogyakarta nanti. 

Namun begitu, evaluasi dan kejituan Indra Sjafri untuk mengulang sukses era Evan Dimas Cs beberapa tahun lalu dipastikan menemui situasi berbeda saat ini. Mindset profesional yang harus dibawa pemain ketika kembali ke klub dengan semua resiko ikutan, termasuk mengubah gaya bermain seturut keinginan ‘bos’ yang bertujuan menang jika tak ingin digoyang manajemen tentu akan dihadapi yang tentu saja menjadikan chemistry susah didapat hanya dengan hitungan hari saja. 

Baca Juga : 

Bonek Datang ke Bantul, Begini Skenario Pengamanan Polisi.

PSS Sleman Terlalu Tangguh untuk Timnas U-19

Belum lagi, tenaga dan pikiran Indra Sjafri kini harus dipilah karena ia menjalani kursus lisensi A Pro AFC yang bersamaan dengan waktu TC tahap kedua. Apalagi materi kursus terhitung cukup berat hingga tujuh modul seperti pernah disampaikan pelatih PSS Seto Nurdiantoro saat hendak dijadikan pelatih utama pengganti Herry Kiswanto. 

Sisi lainnya yang tak kalah menarik, Indra kini tak perlu membentuk pemain dari awal secara teknis dan pemahaman bermain. Berbeda ketika menemukan pemuda macam Syahrul Kurniawan yang bermain dari desa ke desa mencari uang tunai untuk hidup atau mendapat Yabes Malaifani dengan mendatangi pelosok negeri yang menghabiskan waktu. “Semua sudah ada di sini, tempat kita sendiri kita tinggal menikmati,” seperti kata Enno Lerian dalam lagunya Semua Ada Di Sini. 

Indra sendiri sempat mengatakan sudah memperhitungkan matang pilihannya menerima kembali permintaan PSSI menukangi timnas U-19 dengan target lolos Piala Dunia U-20. Bukan lagi mencari nama, itu yang terucap dari eks pelatih Bali United tersebut saat berbincang dengan wartawan. 

“Buat apa cari nama lagi, saya sudah punya kalau nama. Ini adalah kesempatan kedua bagi saya yang harus saya manfaatkan sebaik mungkin agar bisa memenuhi target yang disampaikan federasi (PSSI) sejak awal,” ungkap Indra Sjafri. 

Sangat menarik menanti pembenahan racikan Indra Sjafri bersama tim pelatih di timnas U-19 dalam TC tahap kedua menuju AFF Cup. Jangan terburu-buru menghakimi, kita tunggu dan nikmati saja prosesnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI