Tuntutan Dipenuhi, BCS Sudahi Boikot PSS

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Boikot Brigata Curva Sud (BCS) pada PSS di laga Piala Presiden 2019 tampaknya mulai mencair. Dedengkot BCS akhirnya bertemu dengan jajaran PT PSS dan manajemen disaksikan Bupati Sleman Sri Purnomo di Rumah Dinas Bupati Kamis (07/03/2019) malam.

Delapan poin tuntutan BCS diantaranya pembentukan akademi kelompok usia, pembuatan homeground jangka panjang dan pengelolaan klub secara lebih profesional disanggupi akan dilakukan oleh PT PSS kedepan.

Humas PT PSS Yohanes Sugianto menyampaikan pada pertemuan semalam dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PT PSS dengan BCS. PT PSS diwakili CEO Soekeno sementara BCS diwakili Jaguar Tominangi “Jenggo” yang juga mantan ketua panitia pelaksana pertandingan (panpel) PSS musim 2018.

“Penantanganan disaksikan oleh manajer PSS Sleman, Retno Sukmawati dan Ketua Bapeda Sleman, Hardo itu mengakhiri boikot oleh BCS, yang pada 2 Maret 2018 lalu mengeluarkan 8 tuntutan terhadap PT PSS. Tuntutan BCS itu antara lain pelaksanaan Elite Pro Academy (pembinaan usia muda) yang disanggupi oleh PT PSS. Program itu juga merupakan persyaratan utama bagi klub peserta Liga 1 2019,” ungkap Yohanes melalui rilis tertulis pada media.

Dengan demikian, hampir dipastikan Maguwoharjo kembali terisi penuh saat PSS melawan Borneo FC Jumat (08/03/2019) malam nanti. Hari ini, PSS butuh kemenangan jika ingin melanjutkan kiprah di Piala Presiden 2019. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI