Zidane, Pria Sederhana Pecahkan Rekor Transfer Dunia

BAIK sewaktu aktif sebagai pemain dan pelatih, Zinedine Zidane terkenal sebagai pria yang sederhana. Zizou –sapaan akrab Zidane– tidak pernah terlihat mejeng dengan mobil sport berharga mahal, layaknya pesepakbola bintang lainnya.

Kebiasaan irit Zidane pun dilanjutkan tatkala dirinya menangani Real Madrid dalam kurun 2016-2018. Saat itu, Zidane tercatat hanya satu kali melakukan transfer mewah, yakni mendaratkan Alvaro Morata dari Juventus seharga 30 juta euro (Rp480,7 miliar). Di luar itu, transfer yang dilakukan Zidane bisa dibilang masuk kategori receh.

Kesederhanaan yang dilakukan Zidane bukan karena ia tidak memiliki uang. Masalah pendapatan, Zidane bisa dibilang yang tertinggi pada masanya. Bahkan berkat skill olah bola yang dimiliki, Zidane pernah berstatus sebagai pemain termahal dalam sejarah sepakbola!

Hal itu terjadi ketika dirinya dibeli Madrid dari Juventus pada musim panas 2001 seharga 77,5 juta euro atau sekira Rp1,24 triliun. Saat itu, Zidane mengalahkan rekor transfer dunia yang dicetak Luis Figo setahun sebelumnya.

Pada musim panas 2000, Madrid mengeluarkan 60 juta euro (Rp961,3 miliar) untuk mendaratkan Figo dari Barcelona. Tidak seperti saat ini, yang mana rekor transfer sering pecah dalam kurun 1-2 tahun, saat itu nominal transfer Zidane bertahan dalam waktu yang lama.

Selang delapan tahun, rekor transfer Zidane baru pecah. Lagi-lagi, Madrid menjadi dalangnya setelah mendaratkan Cristiano Ronaldo dari Manchester United seharga 94 juta euro (Rp1,56 triliun).

Berhubung dunia mengalami inflasi, bisa dibilang biaya transfer Zidane masih lebih tinggi ketimbang Ronaldo saat itu. Jika diambil kasarnya, rekor transfer Zidane baru benar-benar pecah saat Paris Saint-Germain (PSG) mengeluarkan kibasaran uang besar pada musim panas 2017. Saat itu, PSG mengeluarkan 222 juta euro (Rp3,55 triliun) untuk mendaratkan Neymar Jr dari Barcelona.

Meski berharga mahal, Zidane pun memberikan segalanya bagi Madrid. Bahkan di musim perdananya, Zidane mencetak gol penentu kemenangan 2-1 Madrid atas Bayer Leverkusen di final Liga Champions 2001-2002.

Setelah lima musim (2001-2006) membela Madrid, Zidane total menghadirkan enam gelar bagi publik Santiago Bernabeu. Tahu dicintai publik Madrid, Zidane pun melanjutkan karier bersama Los Blancos. Mulai dari penasihat Florentino Perez (presiden Madrid), asisten pelatih hingga kini menjabat sebagai juru taktik di tim senior Madrid. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI