Cabang Binaraga PON XX, DIY Lakukan Protes

JAYAPURA, KRJOGJA.com – Kontingen DIY secara resmi mengajukan protes atas hasil yang diputuskan pada cabang olahraga binaraga kelas 85+ kg yang digelar di Auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua, Senin (4/10/2021). Protes ini karena, tim DIY menilai binaragawan andalannya, Nur Ikhsan mendapat medali perunggu, secara kualitas layak mendapatkan medali emas.

Ketua Kontingen DIY, Dr H Rumpis Agus Sudarko MS kepada KRJOGJA.com melalui sambungan telepon menegaskan, kontingen DIY akan mengajukan protes resmi terkait hasil cabor binaraga kelas 85+ kg. “Kami akan resmi lakukan protes. Kalaupun sesuai aturan, untuk protes kami harus menyiapkan uang Rp 10 juta, ya kami akan siapkan, karena kami serius,” tegasnya.

Dijelaskan Rumpis, alasan kontingen DIY akan melakukan protes secara resmi ini dikarenakan, secara kasat mata dan pendapat dari penonton yang menyaksikan secara langsung di lokasi lomba menilai Ikhsan lebih layak menjadi juara. Alasan kedua adalah, adanya indikasi atlet yang menyabet medali emas asal Aceh, berat badannya tidak sesuai ketentuan atau kurang dari 85 kg.

Selain dua alasan tersebut, Rumpis juga menilai, cara penilaian yang diterapkan di cabor binaraga yang menggunakan model tulis tangan dan kertas dikumpulkan, sudah ketinggalan zaman. “Sekarang ini kan sudah era digital, mosok masih tulis tangan dan dikumpulkan penilaiannya, kan harusnya sudah langsung ketik dan ditampilkan di layar secara langsung. Untuk indikasi berat badan yang kurang dari 85 kg, kami masih akan cari,” tegasnya.

Dalam perlombaan cabor binaraga PON yang berlangsung tadi malam, DIY berhasil mendapatkan 1 medali perak dan 1 perunggu. Medali perak dipersembahkan binaragawan Bambang Sujatmoko di kelas 65 kg. Emas di nomor ini direbut Oto Gideon asal Papua dan perunggu disabet Kariyono Jawa Timur.

Sedangkan perunggu dipersembahkan Nur Ikhsan di kelas 85+ kg yang akhirnya memicu protes dari kontingen DIY. Di kelas ini, medali emas direbut atlet Aceh, Andri Yanto dan perak direbut atlet Banten, Tjie Rahman Wijaya.

BERITA REKOMENDASI