Cibiran Jadi Vitamin, Indah Harapkan Masuk Tim Jalan Cepat SEA Games

DI ujung pergantian tahun, atlet atletik jalan cepat Indah Lupita Sari (26) menjadi orang yang meraih kebahagiaan yang lengkap. Tidak hanya sukses mengharumkan bumi ‘Ngayogyakarta Hadiningkrat’, dengan raihan emas nomor jalan cepat 20 km di PON Papua, juga melepas masa lajang dan raihan bonus PON dari Pemda DIY. Kesemua kebahagiaan tersebut diraih dari perjalanan panjang, ujian bahkan cibiran yang menerpa dirinya.

Semangat keteguhan hati, menjadi modal baginya untuk membuktikan diri bahwa keraguannya tidak tepat. Jika termakan dengan keraguan pihak lain, maka tidak mungkin dirinya bisa berdiri di podium menerima pengalungan emas PON Papua 2020.

Saat dinyatakan lolos PON dalam Kejurnas Pra PON tahun 2019, dengan meraih peringkat 1, ternyata belum  meyakinkan pihak-pihak yang meragukannya. Namun demikian, cibiran dan keraguan itu menjadi vitamin, mencambuknya agar lebih semangat. Membuktikan bahwa dirinya bisa mengharumkan nama DIY di PON.

Dan ketika Indah memutuskan menikah, cibiran itu muncul lagi. “Paling setelah menikah, prestasi merosot. Sudah tidak fokus lagi berlatih. Perkataan seperti ini muncul lagi,” kata Indah.

Bagi Indah, dirinya beda dengan atlet lain yang berhenti berlatih setelah menikah. Dirinya dan suami, Yudi Prasetyo (30)  sudah punya komitmen bersama untuk saling mendukung. “Suami mendukung saya untuk terus mewujudkan prestasi tertinggi,” ujar Indah.

Karena itu, saat ini latihan terus dilakukan. Meski setelah PON belum ada program, namun rutinitas berlatih tetap dijalankan. Rutinitas latihan untuk tetap menjaga stamina dan performanya. Bagaimana rutinitas berlatih  dan teknik yang diterapkan, diangkat dalam channel Youtube Effy Pelari Tua, https://www.youtube.com/watch?v=rYUmZEd1uvQ .

Setelah meraih yang terbaik di jalan cepat 20 km, Indah  berharap PB PASI menariknya masuk dalam skuad Indonesia ke SEA Games Vietnam yang akan digelar Mei 2022. Sejauh ini belum ada pemberitahun resmi. “Bagi saya, ingin sekali mengharumkan nama Indonesia. Dari catatan waktu saya yang terbaik, dengan catatan waktu peraih medali SEA Games, bisa bersaing meraih medali,” ujar atlet yang pernah membela Kabupaten Gunungkidul dan kini membela  kontingen Kota Yogyakarta dalam PORDA DIY.

Catatan waktu terbaik, justru bukan di PON Papua, catatan terbaiknya saat meraih emas Kejurnas/Pra PON tahun 2019. Saat PON dirinya mencapai waktu 1 jam 54 menit, 13 detik. Sedangkan saat Pra PON mencatatkan waktu 1 jam 53 menit. “Saat PON bukan yang terbaik, karena waktu itu saya berpikir mengamankan emas dulu karena sudah unggul dan menjaga teknil jalan cepat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Mengenai rencana masa depan, termasuk pekerjaan, alumnus Fakultas Keolahragaan UNY, sejauh ini lebih fokus meningkatkan prestasi. “Memang waktu di PON kemarin, ada yang langsung menawari pekerjaan, termasuk diantaranya menjadi tentara di Papua, langsung masuk. Tapi dia lebih memilih  terus mengembangkan prestasi di DIY. Mengenai masa depan, nanti lah. Saya ingin focus. Tidak ingin terpecah,” pungkasnya. (Jon)

BERITA REKOMENDASI