FORKI Sleman Menilai SK dari FORKI DIY Tidak Berdasar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – FORKI Sleman menilai SK No. 03/KPTS/FORKI-DIY/V/2021 Tentang Pencabutan SK FORKI Kabupaten Sleman Masa Bhakti Tahun 2020-2024 pada tanggal 30 April 2021 yang dikeluarkan FORKI DIY tidak berdasar dan bahkan melanggar AD/ART FORKI.

Terbukti tidak selang berapa lama, kemudian keluar revisi atas SK tersebut melalui SK No. 04/KPTS/FORKI-DIY/VI/2021 tentang Perubahan atas SK sebelumnya. SK Revisi ini dibuat setelah Pengurus Cabang Karate Kabupaten Sleman melakukan pertemuan dan menjelaskan ketidakrelevanan SK Pencabutan tersebut.

“Pengcab FORKI Sleman beserta Pengcab-pengcab perguruan Karate se Sleman telah melakukan penelaahan atas AD/ART FORKI pada Minggu 25 April 2020 di Ruang Stratejik Kampus II UPNV Yogyakarta dan menjelaskan secara detil bahwa semua poin yang disampaikan dalam SK dari FORKI DIY itu tidak berdasar sama sekali,” Sekretaris FORKI Sleman, Kurnia R Dhani, S.I.P., M.A., dalam rilisnya yang diterima KRJOGJA.com, Sabtu (03/06/2021).

Dhani menambahkan Pengcab FORKI Sleman telah meminta Mediasi kepada KONI Sleman dan KONI DIY untuk menyelesaikan persoalan yang dibuat oleh FORKI DIY ini, tapi ternyata hingga kini tidak ada dari FORKI DIY untuk mengadakan pertemuan dan duduk bersama menyelesaikan persoalan. Ia menegaskan Pengcab FORKI Sleman tidak melakukan pelanggaran AD/ART FORKI pasal apapun dalam penyelenggaraan Musyawarah Kabupaten Sleman pada 15 Agustus 2020.

“Kalau memang memang ada, silahkan FORKI DIY menyebutkan, pasal atau ayat mana yang dilanggar. Kalau tidak dapat menunjukkan, dan pasti tidak dapat menunjukkan, harusnya FORKI DIY sejak awal tidak perlu membuat kegaduhan seperti ini,” tambah.

Ia menambahkan pelanggaran AD/ART FORKI jelas-jelas dilakukan oleh pengcab daerah lain. Pelanggaran ini telah disampaikan namun tidak ada tanggapan dan menurutnya seolah terjadi pembiaran.

“Mengapa FORKI Sleman yang tidak melanggar AD/ART FORKI apapun dicabut SK nya (tanpa dasar), sedangkan FORKI Bantul yang telah melanggar 2 Pasal AD/ART Forki malah didukung?” tanyanya.

Menurutnya selama ini FORKI Sleman telah berprestasi menyumbangkan dan mengibarkan bendera karate DIY di pentas Nasional, contohnya Kejurnas Mendagri 2018 DIY mendapat 2 perunggu semuanya atlet binaan FORKI Sleman. Pra PON 2019 salah satu yg lolos adalah atlet binaan FORKI Sleman.

“Dengan prestasi yang sangat baik ini mengapa FORKI DIY tidak mensupport atau mengapresiasi, sebaliknya malah justru ingin mematikan prestasi FORKI Sleman,” terangnya. (*)

BERITA REKOMENDASI