Net

28 Atlet Muda Bulutangkis Melenggang ke Final di Kudus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Sebanyak 28 peserta audisi umum beasiswa bulu tangkis 2019 Soloraya berhak mengikuti final audisi di Kudus pada 20-22 November mendatang. Mereka adalah 12 pemenang turnamen dan 16 peraih super tiket pilihan pencari bakat. 

Manager Tim Pencari Bakat PB Djarum, Fung Permadi mengatakan jumlah penerima super tiket pilihan pencari bakat di audisi Soloraya termasuk terbanyak dibanding audisi di Bandung, Purwokerto dan Surabaya. Ini dikarenakan olahraga tersebut di Pulau Jawa berkembang pesat. 

"Animo peminat bulu tangkis tinggi sekali di Indonesia. Khususnya di Jawa," katanya usai menyerahkan super tiket kepada para pemanang audisi di GOR RM Said Karanganyar.

Mengenai kualitas jebolan audisi di Soloraya, para pencari bakat melihat teknik bermain mereka butuh banyak perbaikan. Baik di U-11 maupun U-13 putra dan putri. Meski demikian, ia mengapresiasi para pelatih daerah yang telah membina dasar bermain bulu tangkis bagi para atlet muda tersebut. 

Menuju final audisi di Kudus, ia memprediksi model permainan saat audisi umum masih belum berubah. 

"Waktu tersisa ke final singkat. Kalaupun berlatih keras, belum tentu perubahannya signifikan. Tetap fokus saja dan konsentrasi menjaga kesehatan tubuh," katanya. 

Fung dan para pencari bakat masih menakar kemampuan pemang audisi dari beberapa kota untuk memperjuangkannya di final. Sejumlah ukuran dipakai dalam menilainya seperti tinggi badan, tahun kelahiran dan kemauan anak berjuang. 

Adapun jumlah pemenang turnamen dari U-11 putri sebanyak dua orang, U-13 putri dua orang, U-11 putra empat orang, dan U-13 putra empat orang. Sedangkan sisanya pilihan tim pencari bakat. 

Di sisi lain, sejumlah pemenang turnamen audisi umum beasiswa bulu tangkis 2019 bukan wajah baru. Mereka berulangkali mencoba dan gagal di audisi tahun-tahun sebelumnya, sampai akhirnya mengantongi super tiket menuju final audisi di Kudus. 

"Saya mencoba audisi Soloraya 2017, 2018 dan baru kali ini lolos turnamen," kata Tanaya Ramadhani Putri Budiyanti asal Solo usai bertanding.

Siswi kelas 4 SDN Cemara 2 Surakarta ini menumbangkan Jeniffer Jovita Angel asal Pekalongan dengan skor 21-8 dan 21-10 di U-11 putri. Latihan dirinya menuju keberhasilan bukan sederhana. Tiap hari, pengidola juara dunia asal Tionghoa Taipei, Tai Tzu Ying, ini berlatih pagi dan sore, masing-masing empat jam di PMS Solo.

Berkat latihan kerasnya, bocah ini menjuarai sejumlah kejuaraan tingkat kota dan provinsi. Selain ingin berprestasi, Tanaya juga bermaksud membahagiakan orang tuanya melalui pengakuan dunia olahraga. 

"Saya terus dimotivasi pakde, agar ngotot terus saat bertanding. Kalau kalah, bisa jadi tidak dibiayai," kata keponakan pelatih timnas Indonesia untuk bulu tangkis, Joko Supriyanto ini. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI