Net

Audisi Bulu Tangkis Bukan Eksploitasi Anak

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Karanganyar, Juliyatmono menyayangkan rencana PB Djarum menyetop audisi bulu tangkis pada 2020.

Menurutnya, calon atlet sangat butuh sponsor yang mewadahinya berprestasi. “Saat ini, hanya ada sedikit pembinaan atlet yang mau mewadahi penyaluran bakat. Jika audisi oleh PB Djarum dihentikan, maka saya khawatir anak-anak yang ingin menjadi atlet bulu tangkis profesional, jadi turun semangatnya,” kata Juliyatmono.

Santer diberitakan, Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang diselenggarakan oleh PB Djarum akan menjadi yang terakhir. Ini sebagai respons PB Djarum atas tudingan yang dilayangkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bahwa PB Djarum telah melakukan praktik-praktik eksploitasi anak yang dibalut program pencarian bakat di bidang olahraga.

Juliyatmono menganggap problem muncul karena perbedaan persepsi. Ia meyakini PB Djarum bermaksud mendampingi bakat anak di olahraga tersebut. Jika permasalahannya berkaitan atribut di kaos merk rokok, maka dapat diganti dengan yang lebih ramah anak.

“Atribut nama yang ada di kaos bisa diganti,” tuturnya.

Meski KPAI menuding audisi bulu tangkis merupakan media eksploitasi anak, Juliyatmono memastikan banyak kalangan tidak membenarkannya. Justru di Karanganyar, para orangtua dan pelatih sangat menantikan audisi tiap tahun. Penting diketahui, PB Djarum akan membuka audisi bulu tangkis di Karanganyar pada Oktober mendatang.

“Kemarin perwakilan Djarum sudah ketemu sama saya, karena sirkuit besuk ada di sini. Di Karanganyar tetap akan berlangsung audisi, Oktober nanti,” katanya.

Audisi PB Djarum di Karanganyar telah digelar dua kali berturut-turut di GOR RM Said. Yakni pada 2017 dan 2018. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI