Net

DPR Apresiasi Pembinaan Atlet Usia Dini

JAKARTA, KRJOGJA.com – Panitia Kerja RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Komisi X DPR RI kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) . Dalam RDPU ini, anggota dewan mengundang pelaku olahraga di Tanah Air untuk meminta aspirasi masyarakat demi kemajuan olahraga di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan RDPU kali ini bertujuan untuk mengetahui proses pembinaan dan pembibitan yang dilakukan di berbagai cabang olahraga. Diharapkan, dengan pembinaan yang tepat, akan lahir atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

“Jadi RDPU ini menjadi kesempatan sangat berharga bagi teman-teman di parlemen untuk mengetahui proses perekrutan dan pembinaan yang ada di tiap-tiap cabang olahraga. Untuk itu kami berharap teman-teman yang hadir dapat menguraikan seperti apa prosesnya sehingga bisa menghasilkan prestasi yang kita tahu sangat membanggakan bagi Indonesia,” tutur Dede Yusuf dari Fraksi Demokrat pada RDPU Komisi X di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selasa (1/9).

Turut hadir dalam RDPU ini ialah PB Djarum, Liga Kompas Gramedia U-14, Pakar Kepelatihan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Asosiasi Guru Pendidikan Jasmani, Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar/Mahasiswa (PPLM) Provinsi Riau, dan Pakar Sport Science Universitas Negeri Semarang (UNESA).

Pada kesempatan ini, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin menguraikan proses pembinaan yang telah dijalankan oleh PB Djarum. Salah satu fondasi penting dalam mencetak atlet-atlet bulutangkis level dunia yang dilakukan PB Djarum ialah dengan cara menyelenggarakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang membuka kesempatan bagi seluruh atlet belia untuk meniti karier bulutangkis Bersama PB Djarum.

“Audisi Umum merupakan formula PB Djarum untuk mencari atlet berbakat di seluruh penjuru Indonesia. Dari data yang kami miliki, bisa dilihat bahwa peserta Audisi Umum berasal dari berbagai kota, bahkan kota-kota terpencil di Indonesia. Proses seleksi ini juga membantu orangtua yang memiliki kesulitan finansial untuk bisa mewujudkan mimpi anaknya sebagai atlet bulutangkis, karena proses Audisi Umum kami sebar di berbagai kota,” Yoppy menjelaskan.

BERITA REKOMENDASI