Net

Ganda Putra Pelatnas Santai Soal Aturan Servis Baru BWF

JAKARTA (KRjogja.com) – Tim ganda putra pelatnas PBSI mengaku tak terlalu bermasalah dengan aturan servis baru yang ditetapkan BWF untuk menghadapi kompetisi tahun ini. Hal itu disampaikan langsung oleh kepala pelatih ganda putra pelatnas PBSI yakni Herry Iman Pierngadi.

Sebelumnya BWF telah mengumuman bahwa aturan servis di turnamen bulu tangkis internasional akan mengalami perubahan. Aturan tersebut mengharuskan pemain melakukan servis dengan ketinggian maksimal 1,15 meter dari permukaan lapangan.

Rencananya aturan tersebut akan langsung di uji cobakan di salah satu turnamen bergengsi di dunia yakni All England 2018. Pengukuran pada pertandingan nanti akan dilakukan dengan alat sensor yang dilengkapi dengan sinar inframerah.

Namun begitu, Herry mengatakan aturan servis baru tersebut tidak menjadi persoalan bagi skuad ganda putra Indonesia. Menurutnya, kesulitan itu justru akan terjadi bagi para pemain yang memiliki postur tinggi seperti pemain Eropa. 

“Sejauh ini aturan tersebut tidak terlalu jadi masalah untuk tim ganda putra Indonesia. Menurut saya yang agak kesulitan adalah pemain dengan postur yang tinggi, yang 190 cm ke atas,” ungkap Herry, mengutip dari laman resmi PBSI, Selasa (9/1/2018).

Aturan baru servis itu sejatinya telah menuai banyak kritikan terutama dari pemain Eropa yang memiliki postur tinggi. Sebut saja beberapa pemain Denmark seperti Viktor Axelsen dan Mads Pieler Kolding. Keduanya pun menggunggah aksi protesnya itu dalam sebuah video Youtube dengan kesulitan melakukan servis dengan tinggi 1,15 meter. Axelsen sendiri memiliki tinggi 194 cm, sementara Kolding berpostur 205 cm. 

Selain itu, turnamen All England 2018 akan menjadi turnamen uji coba lainnya mengenai peniadaan babak kualifikasi pada turnamen level 2 dan 3. Sehingga nantinya kejuaraan-kejuaraan di level 2 dan 3 akan dimulai dari Rabu. Turnamen berkelas BWF World Tour Super 1000 itu akan memulai aturan baru tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI