Net

Pakai Cara Servis Beda, Greysia Sebut Permintaan Pelatih

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemain spesialis ganda putri Indonesia, Greysia Polii, tak memungkiri servis backhand yang ia miliki sering menjadi titik kelemahannya. Akan tetapi, pada beberapa laga terakhir ia mengubah teknik servis backhand menjadi forehand yang akhirnya cukup membuahkan hasil.

Pada ajang Indonesia Masters 2020 Super 500, Greysia bersama Apriyani Rahayu berhasil memenangkan titel setelah mengalami musim yang buruk pada 2019. Menariknya servis Greysia menggunakan forehand cukup menarik perhatian karena tidak seperti biasanya.

Alih-alih membuat harap-harap cemas dengan servis forehand tersebut, Greysia justru membalasnya dengan sebuah gelar juara. Bahkan servis forehand Greysia tersebut menjadi penentu kemenangannya bersama Apriyani di Indonesia Masters 2020 dalam menaklukkan Sara Thygesen/Maiken Fruergaard asal Denmark di laga final.

Ketika laga menyentuh angka 21-21 di set penentu, Greysia ternyata harus mendapatkan tugas melakukan servis. Namun, servis Greysia di angka tersebut tak menjadi titik lemah. Dua kali servis yang ia lakukan justru membuahkan hasil hingga memastikan kemenangan dengan skor 23-21.

Greysia pun mengaku tidak inisiatif sendiri untuk melakukan perubahan servis. Ia mengaku mengubah teknik servis menjadi forehand karena permintaan pelatih yang dikepalai Eng Hian.

“Saya mengubah servis ini karena pelatih yang suruh dan coba untuk membiasakannya. Saya berpikir saya bisa dan nyaman (dengan servis forehand ini). Saya selalu menekankan pada diri saya, mau servis apa pun saya harus nyaman dulu. Dengan servis yang seperti biasanya, saya belum nyaman dan lawan bisa ambil poin dari situ. Jadi itu seperti bumerang,” ungkap Greysia seusai laga final Indonesia Masters 2020.

“Akhirnya pelatih menyuruh saya untuk coba biasakan servis yang buat saya nyaman yaitu servis single (forehand). Untuk mengubah itu tidak gampang. Tapi pelatih bilang kalau mau poin, tidak perlu memikirkan yang lain. Itu (kata-kata pelatih) bikin saya punya kepercayaan diri. Memang defense harus kuat dan itu kami anggap seperti sedang di-smash,” pungkasnya.

 

BERITA REKOMENDASI