Net

PBSI Geser Susunan Pelatih Tunggal Putri 2020

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – PBSI telah mengumumkan susunan pelatih yang bakal mengisi Pelatnas di edisi 2020. Dari pengumuman tersebut, hampir tak ada perubahan yang terjadi bila dibandingkan dengan musim lalu. Mungkin hanya di sektor tunggal putri yang sedikit mengalami perombakan.

Perubahan di sektor tunggal putri itu pun hanya pertukaran jabatan saja. Jadi, yang awalnya Minarti Timur adalah asisten pelatih tunggal putri utama, dipindahkan sebagai pelatih dari tunggal putri pratama. Sementara itu, Herli Djaenudin yang awalnya merupakan pelatih tunggal putri pratama, dipercaya di tahun ini untuk mendukung Rionny Federik Mainaky sebagai asisten pelatih di tunggal putri utama.

Tentu menjadi sebuah pertanyaan, mengapa hanya tunggal putri saja yang dilakukan perombakan? Jadi, menurut pemaparan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PSSI, Susy Susanti, perubahan di sektor tunggal putri itu dibutuhkan untuk membagi fokus dari utama dan pratama agar menjadi lebih baik lagi.

Menurut Susy, akan sangat mubazir jika Rionny dan Minarti disatukan seperti yang terjadi pada 2019. Sebab Susy mau tunggal putri pratama juga menghasilkan bibit atlet baru yang berbakat, karena itu Minarti pun turun menjadi kepala pelatih dari tunggal putri pratama.

Lalu Herli bertugas untuk mengayomi beberapa tunggal putri pramata yang baru naik kelas ke utama. Jadi, Rionny nantinya bisa tetap fokus membina para atlet tunggal putri utama untuk Olimpiade Tokyo 2020. Pembagian tugas-tugas itu diharapkan Susy mampu membuat tunggal putri Indonesia bisa berjaya kembali di dunia bulu tangkis.

“Hanya tunggal putri saja yang berubah susunannya, sementara untuk sektor lain tidak ada perubahan. Kami mencoba untuk mengubah susunan agar fokus dengan target masing-masing. Untuk tunggal putri saya berharap Rionny fokus memegang atlet yang prioritas ke Olimpiade. Dibantu dengan Herli agar komunikasinya lebih lancar. Karena ada beberapa atlet pratama yang tahun ini naik ke utama,” kata Susy, melansir dari laman resmi PBSI, Selasa (7/1/2020).

“Sementara Minarti saya turunkan menjadi pelatih pratama, karena dulu kan Minarti bisa mengantarkan Gregoria jadi juara dunia junior. Jadi saya harapkan Minarti bisa menyiapkan ke situ lagi. Jadi lebih kepada bagi tugas saja. Masing-masing bisa fokus dengan target dan program untuk diberikan kepada atlet. Karena kalau Rionny dan Minarti sama-sama pegang yang utama, saya pikir agak sayang. Hasil ini berdasarkan meeting dan masukan juga. Saya ingin Minarti bisa memegang atlet junior dan menciptakan juara baru lagi,” tutupnya. (*)

BERITA REKOMENDASI