Net

Tebar Inspirasi, Pelajar Disabilitas Juara Badminton di Thailand

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Atlet penyandang tuna grahita dari SLBN Karanganyar, Lena Karmilasari (18) membawa pulang medali emas pada ajang 1st Special Olympics Asia Pasific Unified Badminton Championship di Bangkok, Thailand. Rencananya, pelajar kelas IX ini akan bertandjng lagi di kejuaraan tingkat Asia pada 2020 mendatang. 

"Persiapannya latihan setiap hari jelang pertandingan. Kalau enggak ada pertandingan, latihan tiap Rabu," kata Wahyuningsih, Guru Olahraga SLBN Karanganyar sekaligus pelatih Lena kepada KR, Minggu (1/12).
Pada pertandingan di Bangkok lalu, Lena meraih medali emas pada kategori ganda putri. Lena berpasangan dengan atlet bulu tangkis perwakilan Special Olympics Indonesia (SOIna) Kudus, Desima.

Mereka bertemu dan dipasangkan kali pertama saat mengikuti training center (TC) di Kudus pada Senin-Minggu (4-10/11). Lena membuktikan penyandang disabilitas mampu berprestasi dan menginspirasi lainnya.

"Karena anak ini tuna grahita, kurikulumnya tidak seperti anak sekolah pada umumnya. Kelemahannya pada mata pelajaran matematika. IQ Lena hanya 75 atau jauh di bawah normal," kata Kepala SLBN Karanganyar, Mardani. 

Lena juga menyumbang penghargaan bagi sekolahnya pada ajang SOIna tahun 2018 di Riau. Ia meraih medali emas di ganda putri dan campuran saat itu. Pelajar kelas IX ini getol berlatih setiap hari jelang pertandingan.

Wahyuningsih atau kerap disapa Bu Ning, mendampinginya berlatih sejak putri pasangan Kabul-Sumarmi itu diterima bersekolah di SLBN Karanganyar. Lena dan kembarannya Leni Karmilasari sama-sama menyandang tuna grahita. Seperti halnya Lena yang berprestasi di bulu tangkis, Leni pun berbakat di tenis meja. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI