Net

Tekuk Putri di Final, Gregoria Mariska Kampiun

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pebulutangkis unggulan pertama tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung berhasil melakukan revans atas juniornya Putri Kusuma Wardani dalam laga final Turnamen Bulutangkis Internal PBSI 2020 (Home Tournament). Melakoni laga puncak di GOR Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Jumat (24/7), Gregoria yang berasal dari Wonogiri (Jateng) tersebut, sukses menjadi kampiun setelah mengatasi Putri Kusuma Wardani dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Sedangkan untuk peringkat ketiga tunggal putri diraih Saifi Rizka Nur Hidayah, usai menggasak Asti Dwi Widyaningrum tiga game dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Atas prestasinya itu, Gregoria Mariska Tunjung dalam turnamen yang digulirkan PP PBSI dan didukung sponsor Mola TV itu berhak menerima penghargaan hadiah total uang Rp 25 juta dan Putri Kusuma Wardani menjadi runner-up mendapatkan Rp 16 juta.

Dalam partai puncak itu, penampilan Gregoria yang menempati pemain tunggal putri peringkat 21 dunia ternyata lebih siap, ketimbang saat dikalahkan Putri Kusuma di babak penyisihan terakhir Grup M. Saat itu, Gregoria Mariska terpaksa bertekuk lutut dari Putri Kusuma dengan skor tiga set 23-25, 22-20, 11-21.

Bermain taktis, Gregoria membuat Putri Kusuma tak dapat kesempatan untuk mengembangkan permainannya. Khususnya pada game kedua, di mana Putri semakin di bawah tekanan. Penempatan-penempatan Gregoria di sudut lapangan, kali ini sulit untuk dijangkau oleh Putri berat Gregoria yang menjadi juara tunggal putri dunia junior tahun 2017 lalu di GOR Among Raga Yogya.

“Dari pertama saya nggak mau kalah karena di pertemuan terakhir kalah dan kelihatan sekali saya habis. Kali ini saya sudah siap capek, karena pada pagi harinya juga sudah tanding di babak semifinal,” kata Gregoria, dilansir badmintonindonesia.org.

Gregoria lolos ke babak final setelah mengalahkan pemain junior, Saifi Rizka Nur Hidayah dengan skor 21-16, 21-13. Sedangkan Putri mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum di babak semifinal dengan skor 21-15, 21-18.

“Saya nggak memikirkan hasil, badan pun rasanya sudah remuk, jadi tanggung kalau mainnya nggak maksimal. Puji Tuhan saya cukup puas dengan hasil di sini, cuma ada beberapa catatan untuk ke depannya. Kalau lawan pemain junior, saya masih kewalahan mengatur rasa tegang dan mentalnya,” ujar Gregoria.

Gregoria mengatakan, ajang ini menjadi patokan untuknya dalam mengukur sejauh mana kesiapannya menuju turnamen resmi yang diadakan diberbagai negara sesuai jadwal yang dikeluarkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

“Evaluasinya terutama dari segi fisik, jarang kan main sehari dua kali. Tidak mudah untuk mencapai kondisi fisik seperti itu, jadi harus ditingkatkan lagi,” pungkas Gregoria. (Rar)

 

BERITA REKOMENDASI