Net

Tersingkir di All England 2018, Tontowi/Liliyana ‘Adu Mulut’

BIRMINGHAM (KRjogja.com) – Pasangan unggulan pertama di All England 2018, Tontowi Ahmad/Liliyana secara mengejutkan tersingkir di babak 16 besar. Terlebih lagi kekalahan itu dialami dari juniornya sendiri yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Meski ini kabar baik perihal regenerasi, tetapi kekalahan yang dialami peraih emas Olimpiade 2018 itu terasa menyesakkan. Pasalnya Tontowi/Liliyana harus menelan kekalahan dengan skor dramatis 21-18, 15-21, dan 29-30. Tak ayal perdebatan antara keduanya terjadi.

Terlebih pada set ketiga. Tontowi/Liliyana yang beberapa kali nyaris meraih kemenangan, tetapi selalu digagalkan Hafiz/Gloria. Salah satunya pada saat keunggulan 24-23, bola tanggung yang didapat Tontowi/Liliyana tak mampu dimanfaatkan dengan baik. Bola yang dipukul Tontowi justru terlalu kencang dan justru ou

Alhasil hal tersebut cukup mengganggu permainan pasangan peringkat dua dunia itu. Perdebatan keduanya pun terjadi yang dianggap Liliyana sebagai hal fatal, tapi Tontowi merasa itu kurang beruntung.

“Menurut saya fatal, bukan saya menyalahkan Tontowi, tetapi real-nya seperti itu, di mana tadi bola lawan amat sangat tanggung. Ibaratnya merem aja bisa mati, jadi itu kesalahan yang fatal. Jadi saya merasa agak goyang, harusnya sudah selesai, jadinya panjang lagi,” ungkap Liliyana, mengutip dari laman resmi PBSI, Jumat (16/3/2018).

“Sekelas kami seharusnya tidak boleh membuat kesalahan seperti itu. Bukan saya bilang tidak boleh salah, tapi itu poin fatal dan itu harusnya kami menang,” tambahnya.

“Kalau menurut saya enggak hoki saja hari ini. Soal bola tanggung, saya juga inginnya masuk, feeling saya masuk, tapi kelihatannya out gimana? Tapi Hafiz/Gloria mainnya bagus, rapi dan tidak mudah dimatikan. Di game kedua kami lengah, mainnya reli, kami baru menemukan permainan lagi di akhir-akhir,” lanjut Tontowi.

Namun di luar itu, Tontowi/Liliyana sependapat jika pasangan Hafiz/Gloria bermain bagus pada laga kali ini. Mereka mengakui rekan senegaranya itu tampil lebih rileks dan enjoy karena berstatus tidak diunggulkan.  

“Ketemu teman sendiri itu lebih susah, karena kami sering bertemu di latihan. Mungkin mereka lebih enjoy, rileks, lebih junior, rangking lebih dibawah. Pastinya kami lebih ada beban, tapi hari ini saya dari awal main enjoy tanpa beban. Dari awal saya tidak terlalu ekspektasi juara, yang penting saya maksimal tiap main,” tutup Liliyana.  (*)

BERITA REKOMENDASI