Net

Thailand Kembali Buat Sejarah di Kejuaraan Dunia Junior 2019

Editor: KRjogja/Gus

KUALA LUMPUR, KRJOGJA.com – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tak hanya menyoroti performa para senior yang tampil gemilang pada 2019. Tahun ini, kejuaraan junior kembali menyita perhatian publik dengan kemenangan tunggal putra asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Pemain berusia 18 tahun itu secara perkasa sukses memenangi Kejuaraan Dunia Junior tahun ini. Menaklukkan tunggal putra asal Prancis, Christo Popov berhasil menyamai rekor seniornya, Ratchanok Intanon dengan meraih tiga kali titel juara dunia junior secara berturut-turut.

Vitidsarn kembali membesarkan nama Thailand di kelas junior setelah memenangkan titel juara dunia pada 2017, 2018, dan 2019. Hal yang sama pernah diraih Ratchanok Intan saat sukses menjadi juara dunia junior pada 2009, 2010, dan 2011.

Perjalanan Vitidsarn pun terbilang luar biasa ketika berhasil menjadi juara dunia junior sejak usia 16 tahun. Akan tetapi catatan spektakuler lainnya diraih Intanon yang sukses memenangi Kejuaraan Dunia Junior sejak usia 14 tahun.

Meski Vitidsarn belum bisa mematahkan rekor Intanon soal usia, tetapi ia mampu menyamai rekor seniornya dari sisi lain. Untuk itu, Thailand harus tetap berbangga hati dengan pencapaian yang diraih para juniornya. “Thailand memiliki kabar baik di Kejuaraan Dunia Junior di Kazan. Kunlavut Vitidsarn menjadi pemain tunggal putra pertama yang memenangkan hattrick dan meniru rekan senegara seniornya, Ratchanok Intanon yang mencapai prestasi itu di tunggal putri,” tulis pernyataan BWF dalam laman resminya, dilansir pada Senin (23/12/2019).

 

BERITA REKOMENDASI