Net

The Daddies Jumpa Minions di Final, Indonesia Pastikan 1 Gelar Juara

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Satu gelar dipastikan bakal diraih pemain Indonesia dalam turnamen bulutangkis Blibli Indonesia Open 2019, melalui ganda putra, karena terjadi All Indonesian final. Dan gelar tersebut, sekaligus merupakan satu-satunya yang berhasil diraih pemain Indonesia.

Ganda putera yang lolos lebih dahlu adalah pasangan “The Daddies” Hendra Setiawan/ Muhammad Ahsan pemain non pelatnas yang belakangan ini prestasinya cukup apik dengan mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 17-21, 21-19, 21-17 yang dilangsungkan di Istora Senayan Jakarta.

Panampilan Hendra/Ahsan di set pertama, membuat penonton yang memadati Istora Senayan, cemas. Sebab banyak kesalahan yang dibuat, sehingga ketinggalan dalam pengumpulan angka. Bahkan di set awal ini harus  tertinggal 6-11, 9-16 dan akhirnya kalah 17-21. Namun di set berikutnya pasangan “gaek” ini mencoba mengubah pola permainannya, menyerang lebih dahulu dengan permainan cepat. Strategi ini berhasil,  Hendra/Ahsan mampu unggul di awal 4-2 sebelum mampu disamakan menjadi 7-7. Setelah itu Hoki/Kobayashi berbalik unggul 10-8. Dua poin beruntun didapat Hendra/Ahsan guna menjadikan skor imbang 10-10.

Perolehan skor terus ketat. Hendra/Ahsan yang sudah unggul 17-14 kembali melakukan kesalahan. Tiga poin beruntun didapat lawan guna menyamakan skor menjadi 17-17. Di saat-saat poin krusial,  Hendra/Ahsan lebih beruntung mampu unggul dalam pengumpulan angka, l 20-17, tapi pasangan Jepang mampu mengumpulkan 2 angka menjadib 20-19.  Namun Handra/Ahsan mampu menutup dengan 21-19. Di set penentu, pasangan senior Indonesia yang juara All England 2019, bagai mesin diesel, melaju tidak terbendung, akhirnya menang dengan 21-17.

Menanggapi penampilannya tersebut, The Daddies merasa sangat bersyukur dan masih terus membenahi permainannya."Pasti bersyukur kita bisa menang hari ini. laga tadi tak mudah, lawan bagus juga. Kalau saya sendiri tadi main kurang bisa lepas," ungkap Hendra Setiawan kepada wartawan seusai laga.

Diakuinya., kurang bermain kurang lepas. Kebanyakan menunggu sehingga lawan lebih enak untuk menyerang. “Set pertama memang kami merasa kurang bagus, “ ujar Hedra. Tapi di set berikutnya mengubah pola permainan dan berhasil. “Di set kedua kami coba ubah pola main dan untungnya bisa kembali leading dan menang, kemudian kembali bisa mengatasi mereka di set penentu," tambahnya.

Di babak final, pasangan The Deddies ini akan berhadapan dengan juniornya,, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melaju ke final setelah menundukkan wakil Cina, Li Jun Hui/Liu Yu Chen,21-9 dan 21-13.

Dari hasil pertadingan tersebut,  Kevin/Marcus semakin mengukuhkan kehandalannya atas pemain terbaik Cina itu dari 11 kali pertemuannya 9 kali diantara dimenangkan Kevin/ Marcus. "Kami sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan lawan. Setiap ketemu mereka selalu ramai, menang atau kalah, permainannya tidak pernah mudah," kata Kevin.

Diakuinya meski bermain sempat emosi, tapi secara keseluruhan bermain cukup bagus, mampu mengontrol permainan. Meski lawan mencoba melakukan bermainan cepat dan serangan bagus.

"Kita bermain baik bisa lebih ngontrol dari awal kita lebih baik nyerang gak banyak mati sendiri, hari ini lawan juga tertekan terus," tambahnya.

Sementara menanggapi partai final yang bertajuk All Indonesian Final, Marcus/Kevin mengaku akan tetap tampil ngotot. Namun, keduanya akan tetap waspada karena baik Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra sudah tahu akan kelebihan dan kekurangan masing-masing."Setiap pemain punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mereka punya kelebihan, kita punya kekurangan. Kita sudah sering latihan bareng, sudah sama-sama tahu banget. Yang penting kita coba yang terbaik saja," ujar Kevin.  (sim)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI