OPTK 2020 Sarana Komitmen Hapus Kekerasan dan Korupsi

TANGERANG.KRJOGJA.com – Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) seluruh Indonesia kembali digelar untuk ke-12 kalinya. Dengan tema “The Rise of Youth Power” kegiatan tersebut diselenggarakan di Hanggar TPU Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) Tangerang, Banten pada 5-8 Maret 2020.

OPTK merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan sejak tahun 2008. Event ini merupakan ajang dimana para peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Kedinasan yang ada di indonesia akan bertanding, berlaga, dan berkompetisi.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin persaudaraan antar PTK sehingga tercipta hubungan yang harmonis. Selain itu juga untuk meningkatkan sinergi dan membangun networking antar seluruh peserta OPTK,” ujar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan  Ir. Sugihardjo, saat membuka OPTK, di PPIC Tangerang, Banten, Jumat (06/03/2020).

Sugihardjo mengapresiasi dilaksanakannya OPTK, yang merupakan kegiatan positif serta dapat menjadi wahana untuk membangun karakter bersama dalam persaudaraan, serta melatih sportifitas dalam berkompetisi. Ia juga mengapresiasi inisiatif Taruna melalui organisasi Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (FMKI) yang mendeklarasikan anti korupsi dan anti kekerasan di sekolah-sekolah kedinasan.

“Saya mengapresiasi kegiatan positif seperti OPTK ini. Ada dua hal penting yang harus menjadi komitmen semua mahasiswa, taruna dan praja di Perguruan Tinggi Kedinasan,” kata Sugihardjo.

Menurut Suhihardjo, komitmen yang pertama, yakni tidak lagi ada kekerasan di sekolah kedinasan harus dapat diwujudkan secara nyata. Kemudian yang kedua, mengenai anti korupsi dengan menghilangkan budaya instan, yaitu mau hasil tapi tanpa usaha, kreatifitas dan kerja keras.

Sugihardjo mengingatkan, tidak ada bangsa maju di dunia yang hanya mengandalkan sumber daya alamnya atau tangible asset. Tapi harus bersandar pada intangible asset, dalam hal ini SDM yang unggul dan kompeten, serta dengan inovasi, dan kekayaan intelektual baru yang tumbuh.

Pada kesempatan tersebut Sugihardjo berpesan kepada seluruh atlet untuk bertanding dengan penuh semangat dan selalu menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran, juga selalu menjaga semangat kebersamaan.

“Event olah raga ini penting, karena dengan memori, kesan, rasa persaudaraan dan semangat yang terkandung didalamnya akan mampu membawa bangsa Indonesia ke level kemajuan yang lebih tinggi. Jadikan OPTK ini sebagai wahana untuk menunjukkan prestasi,” kata Sugihardjo.

Direktur Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Capt. Avirianto, MM menyampaikan, OPTK ke-12 diikuti oleh 2.858 peserta dari 31 Perguruan Tinggi Kedinasan di seluruh Indonesia. “Mereka akan berlaga di berbagai perlombaan yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu perlombaan akademik dan non akademik,” jelasnya.

Pada Pembukaan OPTK ini dimeriahkan penampilan budaya dari taruna-taruna PPI Curug, atraksi aero-akrobatik berupa paralayang dari Federasi Aerosport Indonesia dan terbang solo akrobatik oleh Marsdya TNI (Purn) Eris Herryanto. (Imd)

BERITA TERKAIT