Polo Air DIY Terkendala Pemain Cadangan

Editor: Agus Sigit

JAYAPURA, KRJOGJA.com – Awal kurang mulus harus dialami tim polo air putri DIY saat tampil di laga perdana ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 yang berlangsung di Kolam Renang Stadion Aquatic Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Kamis (23/9/2021). Menghadapi tim DKI Jakarta yang menjadi salah satu unggulan, DIY harus takluk 3-19.

Pelatih tim polo air DIY, Ardi Lazuardi kepada KRJOGJA.com usai pertandingan melalui sambungan telepon mengatakan, para pemain sudah bermain luar biasa dan tak gentar meski harus menghadapi tim sekelas DKI Jakarta. Hanya saja, faktor keterbatasan pemain cadangan membuat Putri Surya Jaya dan kawan-kawan harus rela menelan pil pahit di laga tersebut.

“Kalau dari permainan, saya sebenarnya sudah puas dengan apa yang diperagakan anak-anak. Tapi masalah pemain pengganti yang terbatas, mempengaruhi kekuatan fisik anak-anak di laga tadi. Stamina mereka jelas menurun drastis saat laga memasuki quarter ketiga dan keempat,” terangnya.

Pada PON kali ini, tim DIY sejatinya berkekuatan 13 pemain dan 3 pelatih, namun saat akan berangkat ke Papua, kendala muncul saat 5 pemain gagal lolos saat tes PCR yang menjadi syarat bagi warga yang akan bepergian menggunakan transportasi pesawat. “Kita hanya berangkat 8 pemain, jadi pemain penggantinya hanya satu orang,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, 8 orang pemain yang berangkat ke Papua mengikuti PON kali ini, di laga tersebut mau tidak mau harus turun terus menerus. “Tadi babak pertama dan kedua kami bisa mengimbangi tim DKI Jakarta. Di babak pertama, kami juga masih tertinggal 1-2 saja, dan kami juga bisa mencetak 3 gol lewat Keiko, Renza dan Khansa,” jelasnya.

Lawan DIY di laga kemarin, menurut Ardi memang secara kualitas berada di atas DIY karena memang langganan tampil dan berprestasi di PON. Bahkan untuk tahun ini, tim putri DKI Jakarta juga dihuni sekitar 9 pemain tim nasional (Timnas) Indonesia. “Namun dengan penampilan anak-anak tadi, jika komposisi jumlah pemain sama, saya optimistis hasilnya akan berbeda,” jelasnya.

Meski menelan kekalahan di pertandingan pertama, Ardi yang keseharaian tercatat sebagai staf Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta ini mengatakan, semua pemain dalam kondisi semangat tinggi. Bahkan mereka siap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di dua laga sisa kontra Jawa Barat pada Minggu (26/9/2021) dan Papua pada Senin (27/9/2021).(Hit)

 

 

BERITA REKOMENDASI