PSS Tahan Imbang Persik, Situasi Wajib Menang Jadi Beban

user
Ary B Prass 03 Oktober 2021, 19:27 WIB
untitled

BANDUNG, KRJOGJA.com - Skor kacamata 0-0 menyudahi pertandingan Persik Kediri kontra PSS Sleman di lanjutan Liga 1 2021, Minggu (3/10/2021) petang. PSS pun belum bisa beranjak dari hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga sebelumnya.

Pelatih PSS, Dejan Antonic menurunkan komposisi berbeda di pertandingan kali ini karena winger andalan Irfan Jaya harus bergabung dengan timnas. Di sayap, Dejan memasang Arsyad Yusgiantoro dan Jepri Kurniawan ditopang tiga gelandang Aaron Evans, Juninho dan Kim Kurniawan.

Sepanjang laga, permainan PSS masih belum menunjukkan kekompakan. Meski lebih banyak menciptakan tembakan ke gawang Persik, namun tampaknya Bagus Nirwanto cs bermain dengan memikul beban berat.

Benar saja, beberapa hari ini PSS goyah, karena Sleman Fans menuntut pergantian pelatih, Dejan Antonic. Belum selesai, pernyataan fatal Direktur Utama PT PSS, Marco Gracia Paulo yang kemudian mengesankan pertukaran Dejan dengan pindah homebase semakin membuat suasana klub menjadi rumit.

Persoalan membesar, membuat perhatian seluruh insan sepakbola Indonesia tercurah pada permasalahan PSS. Sedikit banyak, hal ini pasti mempengaruhi performa tim di lapangan.

Meski demikian, PSS sempat mencipta beberapa peluang matang di babak pertama. Sayangnya, tidak ada satupun bisa dieksekusi maksimal berbuah gol.

Pelatih PSS, Dejan Antonic mengamini hal tersebut, karena timnya dalam kondisi tidak baik karena adanya pemain cidera sehingga harus memasang nama-nama bukan di posisi aslinya. Arsyad dan Jepri sempat cidera di babak kedua, lalu harus digantikan Ocvian Chanigio dan Fitra Ridwan bermain di sayap.

Tak hanya itu, situasi yang terjadi di tubuh PSS dirasakan Dejan juga mengganggu konsentrasi skuadnya. Dejan pun berharap, situasi segera membaik dan PSS bisa fokus kembali ke urusan tim.

“Situasi ini jujur ganggu anak-anak untuk bermain. Kita tahu semua situasi di PSS seperti apa. Tapi kita orang profesional, sudah lama di sepakbola Indonesia. Sama-sama kita harus keluar dari masalah ini dan semoga segera selesai sehingga kita bisa cuma fokus ke tim dan anak-anak untuk bantu semua,”tandas Dejan usai pertandingan.

Dejan tak menampik skuadnya memiliki banyak beban sebelum pertandingan hari ini. Namun, kini PSS ingin fokus berlatih selama dua minggu kedepan mempersiapkan diri sebelum berlaga di seri kedua.

“Kita ada jeda dua minggu, mungkin kita buat mini pre season karena kemarin kita mulai latihan lima hari sebelum pertandingan. Itu cukup berat untuk anak-anak karena fitnes levelnya, saya minta maaf. Tapi hari ini kita lihat ada tiga pemain sudah dapat kram dan tidak bisa main. Situasi ini saya tahu lebih daripada orang lain. Dua minggu ini kita harus latihan lebih persiapan dan semoga anak-anak bisa lebih kuat, lebih bagus untuk nanti game 7, 8, 9 dan 10,” pungkas Dejan. (Fxh)

Credits

Bagikan