Sirnas Bulutangkis Daihatsu Astec Open 2018

user
danar 02 April 2018, 15:51 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pengda PBSI DIY pada tahun ini dipercaya oleh PP PBSI menjadi tuan rumah penyelenggaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis Daihatsu Astec Yogyakarta Open 2018. Event tersebut akan dihelat di GOR Universitas Gadjah Mada, Lembah UGM Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 30 April hingga 5 Mei mendatang.

“Untuk undian peserta dilaksanakan di Kantor Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/4/2018) pukul 10.00. Sedangkan rapat Manager Meeting peserta diadakan Minggu (29/4/2018) pukul 14.00 di GOR UGM,” ujar Sekum Pengda PBSI DIY Sukiman Hadiwidjojo di Sleman, Senin (2/4/2018).

Lebih lanjut dikatakan, peserta yang boleh mengikuti event Daihatsu Astec Open ini, adalah bagi mereka  yang tergabung di Perkumpulan/klub sah PBSI (sudah terdaftar dalam sistem informasi (SI) PBSI. Selain itu, anggota Pelatprov, Pelatkab, Pelatkot, Pusdiklat, SKO, PPOP dan pemain luar negeri.

Disebutkan, kelompok yang dipertandingkan dalam event ini meliputi tunggal usia dini putra-putri, usia di bawah 11 tahun (kelahiran tahun 2008 atau sesudahnya). Kelompok tunggal anak-anak putra-putri, usia di bawah 13 tahun (kelahiran tahun 2006 atau sesudahnya). Kelompok tunggal dan ganda pemula putra-putri  usia di bawah di bawah 15 tahun (kelahiran  tahun 2004 atau sesudahnya). Kelompok tunggal dan ganda remaja putra-putri usia di bawah 17 tahun (kelahiran tahun 2002 atau sesudahnya).

“Panitia penyelenggara  akan memberikan sanksi kepada peserta atas pelanggaran/pemalsuan data usia diberlakukan sesuai peraturan keabsahandan SI PBSI. Selain itu, panitia juga tidak akan menanggung biaya peserta selama mengikuti event ini. Seluruh biaya  menjadi tanggung jawab masing-masing peserta,” tegas Sukiman.

Ditambahkan, untuk para juara dari beberapa kelompok usia yang dipertandingkan panitia penyelenggara sudah menyiapkan hadiah uang pembinaan (prize money) dengan total Rp 77 juta, plus medali dan piagam penghargaan.

“Peraturan pertandingan   yang dipakai dalam event ini, adalah peraturan PBSI/BWF. Seorang pemain hanya diperbolehkan bermain 2X pada setiap event yang berbeda. Pemain yang harus bermain berturut-turut berhak mendapatkan istirahat selama 30 menit di antara dua pertandingan yang akan dilakukan berikutnya. Pemain yang giliran  bertanding sesuai jadwal, setelah dipanggil dalam waktu 5 menit tidak memasuki lapangan dinyatakan kalah /WO,” terang Sukiman, seraya menjelaskan pertandingan perorangan ini mengunakan sistem gugur.(Rar)

Kredit

Bagikan