DPR RI Setujui Naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh

user
danar 29 Agustus 2022, 17:50 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - DPR RI melalui Komisi III menerima permohonan naturalisasi pemain sepakbola asal Spanyol Jordi Amat Mass dan pemain asal Belanda Sandy Walsh dalam rapat yang berlangsung hari ini di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

Persetujuan naturalisasi itu disahkan oleh Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto usai mendapat suara bulat dari anggota rapat Komisi III.

"Untuk kali ini kami tawarkan sekali lagi komisi III apakah dapat menyetujui permohonan Sandy Walsh dan Jordi Amat Mass untuk menjadi warga negara Indonesia?" kata Bambang, seperti dikutip daring, Senin (29/8/2022).

"Setuju," jawab anggota yang hadir disusul ketukan palu persetujuan Bambang.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej menyatakan pihaknya mendukung naturalisasi dua pesepak bola Jordi Amat Maas dan Sandy Henny Walsh.

Eddy, sapaan Edward menyatakan dukungannya saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Senin (5/8/2022). Dalam rapat, Komisi III DPR membahas permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI kepada dua atlet sepak bola itu.

Usulan pemberian kewarganegaraan tersebut diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Presiden melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Menurut Eddy, setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap kelengkapan persyaratan administratif dan substantif, tidak terdapat hal-hal yang memberatkan untuk dapat dikabulkannya permohonan pewarganegaraan sehingga Menkumham meneruskan permohonan pemberian kewarganegaraan RI kepada Presiden.

Dalam kesempatan ini, Wamenkumham menegaskan proses naturalisasi merupakan salah satu kebijakan Pemerintah dibidang kewarganegaraan.

“Pemberian kewarganegaraan melalui mekanisme ini dimungkinkan sesuai dengan ketentuan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia atas dasar kepentingan negara atau jasa yang luar biasa dari seseorang sehingga negara dapat memberikan kewarganegaraan kepadanya," ujar Eddy.(*)

Credits

Bagikan