Kalahkan Persis di Depan 1.270 Penonton, PSS Putus Hasil Buruk di Kandang

user
ivan 10 September 2022, 20:56 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - PSS berhasil memutus hasil buruk di kandang saat meladeni Persis Solo, Sabtu (10/09/2022) malam. Sempat kesulitan sampai paruh pertama usai, PSS akhirnya mampu menang dengan skor akhir 2-1.

Stadion Maguwoharjo begitu senyap di pertandingan kali ini. Betapa tidak, seturut catatan penyelenggara, hanya 1.270 penonton yang hadir di Maguwoharjo secara langsung menyaksikan pertandingan.

Pada babak pertama, PSS bermain buruk dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Buil up dari bawah tidak berjalan, kreativitas lini tengah pun demikian, Dave Mustaine yang dipasang sejak awal tak menemukan tandem tik tok di tengah karena Kim Kurniawan terlalu liar bergerak.

Di depan, Mychell Chagas menunjukkan gesture frustasi sejak awal laga. Ia kebingungan ketika mendapat bola pantul dan hampir tak dapat kesempatan berharga selama 45 menit bermain.

Di sisi lain, Persis Solo dominan di paruh pertama. Mereka membombardir sisi kiri PSS yang dihuni Marco Sandy dan Derry Rachman. Beruntung penyelesaian akhir anak-anak Solo terbilang buruk, tidak ada satupun masuk ke gawang M Ridwan. Skor kacamata mengakhiri 45 menit pertama.

Di babak kedua, PSS mengubah komposisi, mengganti Chagas dengan Boaz Solossa di depan. Terbukti permainan menjadi lebih cair karena Boaz lebih leluasa bergerak naik turun membuka ruang mencari bola.

Persis sempat menciptakan dua situasi berbahaya di awal babak kedua. Tercipta situasi 2 lawan 5 di kotak penalti PSS yang beruntungnya penyelesaian akhir anak-anak Solo tidak baik.

PSS akhirnya mencetak gol setelah sundulan Dave Mustaine menit 57 berbelok saat menemui kepala Fabiano Beltrame. Bola melambung lengkung yang tak mampu dijangkau kiper Persis, M Riyandi.

Mentalitas PSS terangkat, mereka mampu lebih banyak menguasai bola, sedikit demi sedikit permainan tertata. Anak-anak Sleman mampu mencetak gol kedua pada menit 68 lewat placing Irkham Milla.

Tembakan bertubi dari dalam kotak penalti membuat tercipta kemelut. Milla yang berdiri bebas akhirnya melesakkan placing kaki kanan ke sudut gawang yang mampu mengubah skor menjadi 2-0 untuk PSS.

Persis Solo yang bermain terbuka sejak awal tampaknya seperti kehabisan kesabaran karena benerapa peluang terbuka hilang begitu saja. Irfan Jauhari, Alfath, Taufik Gedrug Febrianto, Sutanto Tan, pemain pengganti Althaf Alrizky hingga Syamsul Arif yang juga masuk di akhir mendapat peluang berbahaya yang seluruhnya tak masuk.

Unggul dua gol membuat PSS semakin nyaman bermain. Beberapa pergantian dilakukan untuk penyegaran seperti mengganti Dave dengan Manda Chingi, Hamdi dengan Arlan Agma, juga Kim dengan Ibrahim Sanjaya.

Persis Solo memperkecil kedudukan melalui Syamsul Arif di 3 menit perpanjangan waktu. Syamsul memanfaatkan bola rebound tendangan Althaf yang ditepis M Ridwan. Lima menit laga usai, PSS menang 2-1 dan memutus hasil buruk di kandang dalam dua laga kandang terakhir.

Seperti diketahui sebelumnya, PSS meraih hasil buruk di dua laga kandang terakhir. Mereka menelan kekalahan dari Persib dan Persebaya Surabaya.

Usai laga, Pelatih Persis, Rasiman, mengatakan timnya bermain sangat baik dengan beberapa peluang yang tercipta. Hanya saja timnya gagal mencetak gol yang justru membuat mental para pemain goyah dan kehilangan momentum.

“Ada satu mistake yang membuat kita melakukan gol ke gawang sendiri. Momentum itu membuat PSS dapat chance. Inilah yang terjadi. Kami punya beberapa peluang, dua peluang yang paling tidak harusnya jadi gol tapi belum beruntung, mungkin bukan hari kita,” ungkap Rasiman.

Sementara, pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro menyebut permainan timnya sangat buruk di laga ini. Namun, ia menyebut keberuntungan dari Tuhan berpihak pada PSS hingga akhirnya bisa memenangkan pertandingan.

“Organisasi kami hari ini sangat kacau, tapi kami bersyukur bisa menang. Kami bermain sangat buruk, bagaimana mungkin kami tidak beruntung. Malam ini anak-anak terbebani ingin menang, alhasil organisasi kami kacau. Tapi kami akan berbenah, dan saya tegaskan saya tetap akan berjuang di sini, untuk PSS bukan untuk individu atau kelompok, tapi untuk PSS. Saya tahu diri kapan saya harus keluar,” Kak Seto.

Meski bermain buruk, namun Kak Seto menyebut kemenangan melawan Persis sangat penting untuk mengangkat mental pemain. “Kemenangan ini penting, untuk memotivasi kami ke depan. Kami beruntung hari ini namun kemenangan ini punya arti penting untuk kami,” ungkapnya lagi.

Seto menyebut pula, beban para pemain lebih pada ingin memenangkan pertandingan. Terbukti tanpa suporter pun, permainan PSS secara organisasi tidak baik.

“Ini lebih pada beban memenangkan pertandingan, nyatanya tanpa suporter pun kami panik dalam bertahan, terlihat. Ini tidak ada kaitannya ada atau tidaknya suporter. Kami lebih ingin stadion penuh,” pungkas Kak Seto yang juga diamini kapten Kim Kurniawan. (Fxh)

Credits

Bagikan