YIMO 2022: Para Atlet Belia Kerahkan Kemampuan Amankan Posisi

user
Ary B Prass 13 September 2022, 23:27 WIB
untitled

Krjogja.com - Ratusan atlet bulutangkis belia dari banyak daerah di Indonesia tampil dalam YUZU Isotonic Magelang Open (YIMO) Tahun 2022 yang dilaksanakan di GOR Djarum Magelang. Sebanyak 137 pertandingan di hari kedua YIMO, Selasa (13/9/2022), dan berlangsung sengit.


Para atlet belia yang bertanding dari kelompok usia U-11, U-13, dan U-15 mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengamankan posisi di 16 besar maupun 32 besar. Tidak hanya pemain unggulan yang menuai hasil gemilang, namun juga ada pemain non unggulan yang berhasil menunjukkan tajinya.
Ini seperti James Arthur Leopatty yang berstatus pemain non unggulan.

Atlet PB Djarum berusia 10 tahun yang turun pada nomor Tunggal Putra U-11 ini berhasil menumbangkan unggulan kedua, yaitu Naufal Rasyid Adz Dzaki dari Delta Purwokerto. Meski harus bermain jatuh bangun, ia meraih kemenangan rubber game. James mengaku sempat mengalami kesulitan karena berhadapan dengan pemain unggulan seperti Naufal.


“Untuk bertanding di YIMO 2022 saya sudah rutin menjalani latihan dari bulan Mei agar bisa bermain secara prima, mulai dari latihan bola belakang dan bola depan sampai latihan lari. Tapi ketika di lapangan tadi saya memang sempat kurang maksimal mainnya. Namun, saya akhirnya bisa mengejar ketertinggalan di gim ketiga,” tutur siswa kelas 5 SD Kanisius Kudus ini.

Atlet muda, yang baru kali pertama terjun di kejuaraan skala nasional ini, mengatakan berupaya untuk bermain menyerang sejak gim pembuka. Upayanya sempat tertahan pada gim kedua. James akhirnya sukses melaju ke babak 16 besar usai mengunci kemenangan tiga gim,  21-16, 18-21, 21-16, dalam tempo 40 menit.


"Dengan kemenangan ini kedepannya saya akan bertanding lebih baik dan tentu menargetkan juara YIMO 2022. Untuk mencapai itu saya selalu berdoa, tetap semangat, dan bermain secara fokus. Mudah-mudahan target saya tercapai,” kata James.


Hasil serupa juga dialami rekan satu klub James, Erni Rusliana. Bertanding di kategori Tunggal Putri U-13 melawan unggulan delapan, Anggita C Desvanya dari Istimewa Badminton Club Yogyakarta, atlet binaan PB Djarum ini berhasil menang dua gim langsung dengan skor 24-22 dan 21-7.


Kejar-mengejar angka terjadi di gim pertama. Meski sedang dalam kondisi kurang fit, ia bermain secara agresif di gim kedua dan mendominasi jalannya pertandingan. “Saya sedang tidak enak badan. Di gim awal saya bermainnya masih penyesuaian, dan memang lawannya cukup baik untuk memotong bola-bola saya," katanya. Tetapi di gim kedua, dengan masukan dari pelatih untuk bermain lebih sabar, akhirnya Erni bisa menang. "Semoga pada YIMO 2022 ini saya bisa juara,” katanya.


Sementara itu, pencapaian positif ditunjukkan pemain unggulan pertama pada kategori Tunggal Putra U-13, Alif M Akbar. Bertanding selama 17 menit, ia menang dua gim langsung 21-13, 21-3 atas Adhwin Arling Rangga dari Simple Badminton Academy Klaten. Meski memegang titel unggulan teratas, Alif sempat tegang saat memasuki arena pertandingan hingga penghujung gim pertama. "Sempat kepikiran apa strategi yang pas untuk mengatasi permainan lawan," ungkapnya.


Ketua Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah (Pengprov PBSI Jateng) Basri Yusuf mengatakan YIMO 2022 merupakan kejuaraan skala nasional yang ditujukan pada pembinaan atlet-atlet muda. Diharapkan YIMO 2022 dapat meningkatkan kualitas para atlet muda dan menciptakan atlet yang berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama bangsa.di kancah dunia.


Basri menambahkan, jajaran Pengprov PBSI Jateng turut bangga dengan pencapaian kontingen Jateng yang berhasil menyabet titel juara umum Piala Presiden 2022 pada awal Agustus lalu di GOR Nanggala Cijantung Jakarta. Atlet-atlet yang membawa nama Jateng ke podium teratas tersebut, merupakan hasil seleksi melalui YUZU Walikota Cup Solo 2022 pada pertengahan Juli lalu.


YIMO 2022 yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini diselenggarakan pada 12-17 September di GOR Djarum Magelang Jawa Tengah. Tema yang diusung adalah "Be The Champion", kejuaraan ini mempertandingkan 11 kategori baik putra dan putri dari tiga kelompok usia yakni U-11, U-13, dan U-15.


Untuk kelompok pemula (U-15), mempertandingkan 5 nomor (tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran). Kelompok anak-anak (U-13) terbagi dalam empat nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda putri. Sedangkan kelompok usia dini (U-11) hanya memainkan nomor tunggal putra dan putri. (THa)

 
 

Credits

Bagikan